Persis Solo Dibekuk Cilegon United, Pelatih Soroti Kepemimpinan Wasit
Pelatih Persis Solo Agus Yuwono memberi arahan kepada anak asuhnya di sela-sela latih tanding menghadapi Kartika Yudha Jati FC di Lapangan Papahan, Jati, Karanganyar, Jumat (24/8/2018). (Istimewa-Ofisial Persis Solo)

Solopos.com, CILEGONPersis Solo menelan kekalahan kelimanya musim ini saat dibekuk Cilegon United dengan skor 1-2 di Stadion Krakatau Steel, Selasa (18/9/2018). Hasil itu membuat Laskar Sambernyawa kian tertinggal dari pemuncak klasemen, Semen Padang, yang di waktu yang sama menggasak Persik Kendal dengan skor 2-0. 

Alih-alih mendekati tampuk singgasana, Azka Fauzi dkk. terancam terlempar dari posisi runner up yang mereka huni sejak empat bulan lalu saat Persiraja Banda Aceh menjamu Persita Tangerang pada Rabu (19/9/2018). Siapapun pemenang di laga tersebut bakal melakukan kudeta karena Persis hanya unggul dua poin dari Persita dan tiga poin dari Persiraja (Persiraja unggul selisih gol).

Kekalahan atas Cilegon United benar-benar menyesakkan karena Laskar Sambernyawa sebenarnya sudah unggul lebih dulu lewat gol Abdul Rahman Abanda di menit ke-10. Sayang kegembiraan Persis berlanggsung cukup singkat setelah Jalwandi menyamakan kedudukan lewat titik putih di menit ke-29. 

Winger yang di awal musim sempat membela Persis itu mendapat penalti setelah Dedi Tri Maulana dinilai menjatuhkan striker Cilegon United, M. Irwan Cacomba, di kotak terlarang. Padahal saat itu Irwan yang terlihat menabrakkan diri ke tubuh Dedi dari belakang. “Itu jelas penalti gaib,” cetus Pelatih Persis, Agus Yuwono, kepada Solopos.com seusai pertandingan.

Saat babak kedua baru berjalan 10 menit, Persis justru kebobolan lewat pemain pengganti Rinto Ali. Gelandang senior itu memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Galih Sudaryono. Hasil tersebut bertahan hingga peluit akhir.

Setelah gol Rinto Ali, permainan Persis memang menjadi kurang tenang dan kerap terpancing emosi. Hal itu tak lepas dari sejumlah keputusan kontroversial wasit bersama dua hakim garis. Beberapa kali wasit memberikan bola pada tuan rumah meski pemain Persis yang dilanggar. 

Asisten wasit juga kurang jeli dalam memberikan keputusan umpan ke dalam sehingga membuat pemain Persis sempat mengerubungi sang pengadil. Di akhir pertandingan, wasit Mulyana asal Jawa Barat harus dikawal ketat polisi karena pemain Persis masih kesal dengan keputusan wasit. 

“Kalah menang itu hal wajar, tapi tidak jika cara mengalahkannya seperti ini. Pertandingan ini sangat menganiaya kami sebagai tim tamu,” tutur Agus Yuwono.

Striker Persis, Rudiyana, mengakui para pemain terpancing emosi dengan sejumlah keputusan wasit. Dia menuding tim dikerjai habis-habisan sejak menit awal pertandingan. “Wasit dan asisten wasit sama saja. Kalau mereka adil mungkin bakal lain hasilnya.”



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom