Tutup Iklan
Para pemain Persis Solo menjalani latihan. (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN - Persis Solo mengincar mantan stopper Madura FC untuk bergabung di putaran II Liga 2 Indonesia musim 2019. Sang stopper, Muhammad Alaik Sobrina, dinilai sebagai pilihan paling rasional sebagai pelapis Jodi Kustiawan dan Wahyu Kristanto yang pada laga lanjutan Liga 2 pekan depan dipastikan absen.

Lini pertahanan menjadi senjata utama Persis musim ini. Mereka baru kebobolan enam gol selama putaran I. Hal itu tak lain karena kokohnya benteng pertahanan Laskar Sambernyawa.

Namun, cedera yang dialami Wahyu Kristanto dan akumulasi kartu kuning yang dialami Jodi membuat lini pertahanan berpotensi rapuh tanpa pemain pelapis yang mumpuni. Sejauh ini, Susanto mampu menunjukkan kemampuannya sebagai center back atau stopper menggantikan peran Wahyu Kristanto. Namun selama ini, belum ada yang benar-benar bisa diandalkan menggantikan posisi Jodi di jantung pertahanan.

Pelatih Persis, Choirul Huda, mengatakan ia sudah berkomunikasi dengan manajemen untuk menambah dua amunisi baru. Pemain yang paling diinginkannya adalah pemain berposisi stopper. Ia mengaku mulanya sudah menemukan salah satu kandidat di tim PSS Sleman. Hanya, gerak Persis kalah gesit dari klub lain sehingga pemain bersangkutan merapat ke tim lain.

“Saya juga ada komunikasi pemain Kendal yang ikut Madura FC, Muhammad Alaik Sobrina. Saya sudah melihat permainannya saat kami menghadapi Madura FC,” terangnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (18/8/2019).

Rencananya, Alaik akan bergabung untuk latihan bersama para penggawa Persis di Madiun pada Senin (19/8/2019). Jika pemain tersebut memenuhi kualifikasi, ia akan meminta manajemen mengontraknya.

“Saya juga sebenarnya butuh striker karena dua striker kami cedera. Saya sudah minta manajemen untuk membawa enam atau berapa anak dari Solo. Kalau memang tak bisa menambah pemain, saya minta ambil tiga pemain magang untuk didaftarkan,” kata dia.

Penambahan jumlah pemain diperlukan untuk membantu organisasi latihan. Ia berdoa semoga tidak banyak pemain terkena akumulasi kartu dan cedera. “Jadi lucu kalau pas tanding, karena pemain cedera dan akumulasi kartu, lalu kami hanya siap dengan 14 orang misalnya,” imbuh pelatih yang akrab disapa Cak Irul itu.

Cak Irul sebenarnya ingin mendatangkan pemain yang berlaga di Liga 1. Namun, pemain tersebut pasti berbanderol mahal. Sedangkan jika mengambil pemain di Liga 2, walau harganya relatif lebih murah, tetapi mereka yang dilepas klubnya biasanya adalah pemain yang jarang dimainkan.

“Kalau mau ambil pemain Liga 2, saya yakin standar mereka di bawah anaka-anak. Tim ini sudah nyetel. Dari pada bongkar pasang pemain, lebih baik mempertahankan yang sudah berjuang sejak awal hingga saat ini,” tuturnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten