Persikabo, fi sik Sumatera penampilan Jawa Barat

Musim ini, kekuatan Persikabo Kabupaten Bogor bisa dibilang biasabiasa saja. Padahal, musim lalu Persikabo termasuk tim yang sangat ngotot untuk melaju ke Super Liga. Hal ini terbukti dengan keputusan manajemen Persikabo yang mengambil sertifi kat Super Liga. Sayang akhirnya tim berjuluk Laskar Padjajaran itu dinilai belum layak menggelar laga sekelas Super Liga.

Di babak 8 Besar Divisi Utama, Persikabo menjadi satu-satunya harapan Jawa Barat untuk menorehkan prestasi. Walau bisa dibilang labil, penampilan Persikabo di lapangan sebenarnya unik dan selalu berpotensi menghadirkan kejutan untuk tim-tim besar. Alasannya, seperti halnya timtim asal Jawa Barat, Persikabo sangat menerapkan pola permainan bola-bola pendek yang cepat.

Yang membuat unik, Persikabo juga memiliki permainan keras khas Sumatera. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat Persikabo saat ini diarsiteki oleh Suimin Diharja. Sentuhan khas Sumatera di Persikabo ini sangat kental terasa. Pasalnya, Suimin selama ini memang dikenal senang merekrut pemain yang memiliki fisik prima. Hal ini sudah dibuktikannya saat masih menukangi PSMS Medan dan Sriwijaya FC, juga tim Divisi II, PS Krakatau Steel.

Namun, pelatih yang senang dipanggil Abang ini rupanya tidak mau meninggalkan sentuhan khas Jawa Barat yang terlanjur melekat di tubuh Persikabo. Kombinasi inilah yang membuat Persikabo selalu mudah beradaptasi dengan lawanlawannya, baik yang berasal dari Sumatera maupun Jawa, khususnya Jawa Barat. Kombinasi ini juga yang membawa mereka lolos ke babak 8 Besar di saat akhir.

Pilar utama Laskar Padjajaran ada pada sosok Mardiansyah. Mantan pemain Persikota Tangerang yang berposisi sebagai penyerang ini dikenal sebagai tipikal penyerang yang bandel, memiliki naluri gol yang sangat baik serta sering meledak-ledak emosinya. Keberhasilan Persikabo ke babak 8 Besar jelas tidak bisa dilepaskan dari peran Mardiansyah. Dengan torehan 17 golnya, Mardiansyah memuncaki daftar pencetak gol Divisi Utama bersama JP Boumsong, penyerang Persikad.

Di depan, Mardi cukup beruntung memiliki duet sehati dalam diri Rodrigo Santoni. Duet ini sangat berbahaya mengingat keduanya telah bersama-sama sejak musim lalu. Di tengah, Suimin memiliki deretan pemain muda bertenaga kuda. Kelebihan fisik para pemainnya ini sering dimanfaatkan Suimin untuk melakukan penyerangan dari kedua sayap.

Di lini vital ini, Persikabo memiliki Bona Simanjuntak yang menjadi jangkar tim, Nopianto, Nico Susanto serta pemain asli Cibinong, Sairan. Untuk urusan fi sik, kemampuan para pemain ini tidak perlu diragukan. Mereka pun selalu siap untuk berduel. Di belakang, Persikabo memiliki penjaga gawang pengalaman, M. Halim, yang dikawal pemain asingnya, David Pagbe, serta Agung Widodo.

Oleh A. Rizky D. Polii
WARTAWAN HARIAN JOGJA

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom