Persiapan New Normal di Pasar Sukoharjo, Pedagang Khawatir Pembeli Tak Patuh
Jl Jenderal Sudirman depan Pasar Ir Soekarno Sukoharjo diberi garis putih untuk pasar new normal, Kamis (4/6/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo terus mengebut persiapan penerapan new normal Pasar Ir Soekarno yang rencananya di Jl Jenderal Sudirman mulai pekan depan.

Pengelola pasar sudah membuat garis putih sebagai penanda jarak antarpedagang di permukaan aspal jalan tersebut, Rabu (3/6/2020). Persiapan akan terus dilakukan sambil menyosialisasikan konsep new normal kepada pedagang hingga akhir pekan.

Pantauan Solopos.com, Kamis (4/6/2020), ruas Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Pasar Ir Soekarno dan Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Sukoharjo diberi tanda berupa garis putih.

Garis putih di jalan protokol Sukoharjo itu berjarak satu meter untuk persiapan pelaksanaan protokol new normal di pasar tersebut. Garis putih itu akan menjadi lokasi berjualan pedagang oprokan saat penerapan kenormalan baru pada pekan depan.

Tambah Lagi, 2 Nakes RSUD Bung Karno Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Lurah Pasar Ir Soekarno, Widadi Nugroho, mengatakan pemberian tanda garis putih untuk berjualan para pedagang akan dilakukan hingga akhir pekan ini. Pedagang oprokan yang berjualan di sisi selatan Pasar Ir Soekarno berjumlah 130 orang.

Widadi mengaku membutuhkan waktu lama untuk menata lokasi berjualan di ruas jalan raya. “Tadi malam [Rabu], kami telah merampungkan pemberian tanda garis putih di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Pemberian tanda garis putih dilanjutkan hingga akhir pekan lantaran jumlah pedagang yang berjualan cukup banyak,” kata dia kepada Solopos.com, Kamis.

Widadi menyebut persiapan pasar new normal di Sukoharjo itu dilakukan sambil menyosialisasikan kepada para pedagang oprokan di luar area pasar. Mereka diberi pemahaman ihwal protokol kesehatan yang harus dijalankan saat berjualan di pinggir jalan raya.

Sambut New Normal, Semua Tenant Mal di Solo Beroperasi Kecuali 2 Wahana Ini

Pedagang wajib memakai masker saat melayani pembeli. Mereka juga harus jaga jarak dengan pedagang lain maupun pembeli. "Secara umum, para pedagang tak mempermasalahkan pemindahan lokasi berjualan. Mereka juga siap menjalankan protokol kesehatan," ujar dia.

Penumpukan Kendaraan

Widadi bakal terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres Sukoharjo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo ihwal pengalihan arus lalu lintas yang melewati Jalan Jenderal Sudirman. Tujuannya agar tak terjadi penumpukan kendaraan di depan Pasar Ir Soekarno.

Persiapan lainnya sebelum penerapan new normal di pasar Sukoharjo itu, para pedagang bakal melakukan simulasi berjualan di pinggir jalan mulai 00.00 WIB-07.00 WIB.

Sama-Sama Kecolongan, Pemakaman Jenazah Positif Covid-19 Tak Sesuai Prosedur di Klaten Mirip di Boyolali

"Kami bakal mengevaluasi hasil simulasi sebelum kenormalan baru benar-benar diterapkan para pedagang. Pada prinsipnya, para pedagang siap menjalankan protokol kesehatan saat berjualan," tutur dia.

Sementara itu, seorang pedagang sayur di Pasar Ir Soekarno, Sunarti, mengatakan siap mematuhi anjuran pemerintah termasuk penerapan kenormalan baru di pasar tradisional. Sejatinya, sebagian besar pedagang oprokan telah menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air.

Sunarti justru mengkhawatirkan para pembeli yang tak disiplin menjalankan protokol kesehatan. "Masih ada pembeli yang tak memakai masker saat berlanja kebutuhan pokok. Kami justru khawatir terhadap pembeli yang tak patuh menjalankan protokol kesehatan," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho