Perselisihan Perguruan Silat & Jebakan Tikus Jadi PR Kapolres Baru di Sragen
AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengalungkan bunga kepada AKPB Yuswanto Ardi dalam prosesi serah terima jabatan di Mapolres Sragen, Sabtu (24/10/2020). (Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — AKBP Yuswanto Ardi baru saja resmi menjabat sebagai Kapolres Sragen menggantikan AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo yang kini menjabat Kapolres Kendal.

Serah terima jabatan kapolres tersebut digelar di Mapolres Sragen, Sabtu (24/10/2020). Pada kesempatan itu, AKBP Raphael yang sudah 10 bulan lebih 10 hari memimpin Korps Bhayangkara Sragen berpamitan kepada keluarga besar polres dan masyarakat Sragen pada umumnya.

Menurutnya, setidaknya terdapat dua pekerjaan rumah (PR) yang harus diemban dengan baik oleh AKBP Yuswanto Ardi. Dua hal itu adalah penanggulangan potensi gesekan antarperguruan silat dan penanggulangan korban jiwa akibat jebakan tikus yang teraliri arus listrik bertegangan tinggi.

Kebakaran di Pabrik Busa Kalijambe Sragen, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran

"Sekarang teman-teman perguruan silat sudah mulai dewasa dalam menyikapi setiap persoalan. PR-nya tinggal itu dipelihara. PR lain adalah penanganan jebakan tikus yang sudah banyak makan korban," terang AKBP Raphael kepada wartawan.

Sementara itu, sang kapolres baru Sragen AKBP Yuswanto Ardi yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polrestabes Semarang meyakini semua perguruan silat memiliki doktrin yang baik dari leluhur. Bila semua warga perguruan silat mampu memedomani doktrin dari leluhur itu, kata dia, tidak akan ada keributan di antara mereka.

Dia menilai butuh kerja sama banyak pihak untuk menyadarkan para petani supaya mau menghentikan penggunaan jebakan tikus yang teraliri arus listrik.

Dijelaskan AKBP Ardi, ada beberapa tantangan lain yang harus dihadapi olehnya dalam memimpin Polres Sragen kedepannya. Menurutnya, pandemi Covid-19 telah mengubah paradigma kehidupan.

Kematian Ibu di Klaten Capai 12 Orang, Kader PKK Dikerahkan Pantau Ibu Hamil

Dia mengaku tidak mudah menyadarkan masyarakat supaya mau menaati protokol kesehatan. Bahkan, sebagian masyarakat menyalahartikan kenormalan baru.

"Pilkada 2020 juga jadi tantangan. Kami harus bisa memastikan pemilu bisa berjalan aman. Masyarakat juga bisa menyukseskan pemilu dengan menjalankan protokol kesehatan," ucapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom