Persebi Boyolali (istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI — Laga pembuktian “penguasa” Soloraya bakal mengemuka saat Persebi Boyolali menjamu PSISra Sragen dalam lanjutan fase Grup 3 Liga 3 2019 zona Jawa Tengah di Stadion Pandan Arang, Rabu (17/7/2019) sore. Sebagai tuan rumah, Persebi jelas tak ingin kehilangan muka di hadapan pendukungnya sendiri. Namun PSISra sudah menyiapkan ramuan khusus untuk menjegal Laskar Pandan Arang di hadapan publiknya.

Duel sesama tim Soloraya ini diprediksi ketat sejak awal mengingat kedua tim mengincar kemenangan perdananya di kompetisi. Di laga perdana, Persebi menyia-nyiakan kesempatan memetik tiga angka saat hanya bermain imbang 0-0 melawan Persitema Temanggung. PSISra lebih apes karena harus takluk 0-1 oleh PSIP Pemalang lewat eksekusi penalti Deni Porwanto.

Pelatih Persebi, Ahmad Sukisno, menegaskan target kemenangan atas PSISra tak bisa ditawar lantaran Riky Junian dkk. bermain di markas sendiri. Menurut eks juru racik Persis Solo ini, Persebi tak akan segan tampil ofensif sejak menit awal untuk memburu gol perdana mereka di Liga 3 2019.

“Kami tak mau over confidence. Namun kalau ingin menang ya kami harus mencetak gol, harus bermain menyerang,” ujar Sukisno saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (16/7/2019).

Sang pelatih menegaskan tidak akan menafikan keseimbangan permainan meski bermain dengan skema menyerang. Sayang lini belakang Persebi terancam oleng dengan absennya bek kiri, Ade Gilang, lantaran cedera hamstring di laga melawan Persitema. Mobilitas Ade dalam bertahan dan menyerang selama ini menjadi salah satu kekuatan Laskar Pandan Arang.

Namun Sukisno menegaskan telah memiliki opsi di bek kiri yakni Widi Kusumantoro dan Sandi Susanto. Mustakhin yang berposisi di bek kanan, imbuhnya, juga bisa digeser ke bek kiri. “Yang saya khawatirkan justru lini depan, penyelesaian akhirnya masih kurang maksimal. Mereka masih terburu-buru saat memiliki peluang.”

Sementara itu, Pelatih PSISra, Mulyadi, mengakui Persebi memiliki lini serang yang cukup kuat, terutama melalui sayap. Hal ini bisa mengancam barisan pertahanan PSISra yang dikomando duet bek senior, Bayu Sunarto dan Dwi Noto.

Laskar Sukowati juga harus lebih bekerja keras karena bek kanan mereka, Tri Putro Bagus, harus absen karena mendapat kartu merah saat melawan PSIP. “Kelebihan Persebi sudah kami antisipasi. Target kami mencuri satu poin di Boyolali,” ujar Mulyadi.

Sang pelatih justru menyoroti performa wingernya yang kurang optimal dalam menyuplai bola saat kalah kontra PSIP. Selain itu, winger PSISra juga kerap kalah dalam duel satu lawan satu dengan bek lawan. Mulyadi berencana merotasi trisula lini depannya dengan memainkan Rohmat Deny dan Adica.

“Kemungkinan ada rotasi winger untuk meningkatkan suplai bola.” 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten