Tutup Iklan
Persis Solo (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Roda kehidupan sepertinya berputar amat cepat bagi Persis Solo. Setelah sempat terdampar sebagai juru kunci klasemen Liga 2 2019 wilayah Timur, Laskar Sambernyawa berpeluang menyodok ke papan atas apabila mampu mengalahkan Persatu Tuban dalam laga di Stadion Bumi Wali, Tuban, Rabu (24/7/2019).

Kemenangan memang bukan hal mustahil bagi Jodi Kustiawan dkk. setelah mereka mampu membekuk Madura FC dengan skor 1-0 di markas lawan pekan lalu. Tiga poin perdana itu perlahan menaikkan moral penggawa Laskar Sambernyawa di tengah carut marut kondisi tim musim ini.

Sebaliknya, tuan rumah dalam posisi sulit setelah dipermalukan PSIM Jogja 0-2 di Stadion Bumi Wali akhir pekan lalu. Kekalahan itu giliran membuat Laskar Ronggolawe, julukan Persatu, terperosok di dasar klasemen dengan hanya mengantongi empat poin dari enam pertandingan.

“Kondisi lawan memang sedang tak terlalu baik, tapi kami tak boleh jemawa,” ujar kartaker Persis Solo, Choirul Huda, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (23/7/2019).

Pelatih yang akrab disapa Cak Irul ini mengakui laga melawan Persatu menjadi peluang timnya untuk merangsek ke papan atas. Dengan torehan enam angka, tambahan tiga angka bakal membuat Laskar Sambernyawa berpotensi masuk ke empat besar. Namun, dengan catatan PSIM Jogja dan Martapura FC kalah dari lawan-lawannya di laga lain.

Cak Irul menegaskan tak akan mudah merebut poin penuh di Bumi Wali meskipun Persatu belum pernah menang di kandang sendiri. Catatan terbaik Eki Nurhakim dkk. di kandang hanyalah imbang saat melawan Sulut United. Sisanya, anak asuhan Purwanto dipaksa menelan kekalahan dari Persewar dan PSIM di kandang sendiri.

“Justru itu bisa menjadi motivasi tersendiri bagi Persatu. Mereka pasti main ngotot untuk beranjak dari juru kunci,” tutur mantan Asisten Pelatih Perseru Serui itu.

Persis sendiri tak dalam kondisi ideal menyusul absennya Wahyu Kristanto lantaran cedera hamstring dan Wirabuana “Vandy” Prayogo yang terkena akumulasi kartu. Absennya Wahyu membuat Cak Irul menimbang bek muda, Fajar Zainul Muttaqin, atau Susanto untuk berduet dengan Jodi Kustiawan di jantung pertahanan.

Cak Irul mengakui itu bukan pilihan mudah karena kedua pemain punya plus-minus tersendiri. “Sebenarnya karakter agresif Fajar lebih cocok untuk melawan Persatu yang mayoritas dihuni pemain muda. Masalahnya dia masih minim jam terbang.”

Di sisi lain, duel melawan Persis agaknya bakal menjadi pertaruhan bagi Purwanto. Posisinya sebagai pelatih Persatu memang kian tidak aman setelah timnya dikalahkan PSIM. Suporter Persatu bahkan sudah mendesak manajemen melakukan perubahan untuk mendongkrak performa tim.

Purwanto mengetahui kondisi tim sedang tak kondusif. Namun dia mengaku telah belajar dari kekalahan sebelumnya. “Evaluasi sudah dilakukan, terutama untuk lini depan. Semoga ke depan hasilnya lebih baik.” 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten