Perpustakaan SMPN di Solo Sepi, Koleksi Bukunya Terbitan Lama
Ilustrasi perpustakaan. (Dok)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah perpustakaan SMPN di Solo sepi pengunjung. Salah satu penyebabnya koleksi buku perpustakaan kebanyakan terbitan lama.

Salah satunya adalah perpustakaan di SMPN 8 Solo. Meskipun kondisi perpustakaan tersebut bersih dan tatanan bukunya rapi, para siswa enggan datang ke perpustakaan. Menurut Kepala Perpustakaan SMPN 8 Solo, Hasmanti Sri Lestari, mayoritas siswa memilih bermain gawai dibandingkan membaca buku.

“Beberapa siswa bahkan tidak mengenali sastrawan Indonesia seperti W.S. Rendra karena para siswa lebih mengenal budaya barat,” kata dia saat dijumpai Solopos.com, Jumat (3/5/2019).

Hasmanti menuturkan hampir 50% buku di perpustakaan merupakan terbitan lama. Buku atlas yang terakhir adalah cetakan 2006. “Saya rasa buku-buku ini memang perlu diperbarui supaya anak-anak lebih berminat membaca buku ketimbang mengurusi gadget dan Internet. Dengan begitu wawasan siswa juga lebih berkembang, terutama dalam hal mengenal budaya Indonesia," kata dia.

Hasmanti berharap sekolahnya mendapat bantuan berupa buku-buku. Usia informasi buku adalah lima tahun. Lima tahun kemudian, informasi semakin bertambah mengingat perkembangan zaman yang semakin maju.

Sementara itu, kondisi di SMPN 16 Solo sama saja. Dengan kendala ruang perpustakaan yang sempit, sekitar 5 x 6 meter persegi, para siswa biasanya membaca buku di masing-masing kelas pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 07.30 WIB.

"Ruang perpustakaan kami memang sempit. Bahkan sekolah ini tidak mempunyai ruangan di lantai II. Penyebabnya karena kawasan sekolah ini merupakan daerah cagar budaya. Saya sudah meminta tolong Kepala Dinas Pendidikan Solo, Etty Retnowati. Kepala Dinas mengakui perizinan pengembangan bangunan sekolah cagar budaya agak susah,"kata Kepala SMPN 16, Wulan, saat ditemui Solopos.com.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom