Perpres Segera Terbit, Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tinggal Hitung Waktu

Kenaikan iuran ini diusulkan untuk peserta bukan penerima upah (PBPU). Hal ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja BPJS Kesehatan yang terus defisit sebagaimana hasil audit BPKP.

Perpres Segera Terbit, Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tinggal Hitung Waktu

SOLOPOS.COM - Petugas melayani calon pasien menyelesaikan proses administrasi di RSUD Jati Padang, Jakarta, Senin (7/1/2019). (Antara - Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah bakal segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait dengan rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Hitungannya seperti yang disampaikan Ibu Menteri [Sri Mulyani] pada saat di DPR termasuk soal sustainability, di samping perbaikan terhadap sistem seluruh DJSN,” ujar Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Rabu (28/8/2019).

Iuran Kelas I diusulkan menjadi iuran naik dari Rp80.000 menjadi Rp160.000. Untuk Kelas II kenaikan iuran diusulkan meningkat menjadi Rp110.000 dari biaya Rp51.000. Biaya untuk Kelas III juga diusulkan naik dari Rp25.500 menjadi Rp42.000.

Kenaikan iuran ini diusulkan untuk peserta bukan penerima upah (PBPU). Hal ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja BPJS Kesehatan yang terus defisit sebagaimana hasil audit BPKP.

“Jadi dihitung bagaimana penyesuaian iuran PBI, baik pusat maupun daerah, PBPU, swasta, dan sebagainya agar defisit bisa ditutup,” ujar Mardiasmo.

Agar semakin optimal, pemerintah juga mendorong BPJS Kesehatan untuk semakin intensif dalam penarikan iuran dan Kementerian Kesehatan pun didorong untuk melakukan pengecekan atas rumah sakit terkait.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Tinggi, 90% dari Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih terbilang tinggi.

Kisah Tragis 2 Wanita Kembar Dijuluki PSK Tertua di Dunia

Kisah tragis kali ini tentang wanita kembar yang dijuluki sebagai PSK tertua di dunia.

Pembangunan Fisik Capai 95%, Bendungan Bendo Ponorogo Mulai Diisi Air

Bendungan Bendo yang berada di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mulai diisi air awal atau impounding, Sabtu (31/7/2021)

Terlibat Kejar-kejaran dengan Orang Tak Dikenal, Remaja Meninggal Seusai Tabrak Pohon di Jogja

Seorang remaja meninggal setelah menabrak pohon perindang di Jalan AM. Sangaji, Jetis, Kota Jogja, Sabtu (31/7/2021) dini hari.

Jurus Cegah Jakarta Tenggelam, Mampukah Bertahan?

Wagub DKI Jakarta menegaskan wilayahnya tidak akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan karena sederet jurus pencegahan yang dilakukan.

Warga Karangudi Jadi Korban ke-19 yang Meninggal Tersetrum Jebakan Tikus di Sragen

Warga Desa Karangudi, menjadi korban meninggal tersetrum jebakan tikus berlistrik ke-19 dalam kurun waktu dua tahun terakhir di Sragen.

BSI Muda Galakkan Sedekah 3 In 1, Sekali Bantu Untuk UMKM, Isoman, dan Ojol

Bank Syariah Indonesia (BSI) membagikan 200 paket isoman untuk masyarakat yang membutuhkan di kawasan Tanah Abang Jakarta.