PERPARKIRAN SOLO : Pengunjung Sunday Market Manahan Merasa Dicurangi Jukir

PERPARKIRAN SOLO : Pengunjung Sunday Market Manahan Merasa Dicurangi Jukir

SOLOPOS.COM - Karcis parkir yang dibagikan jukir dari PT Putra Bengawan Sejahtera (PBS) kepada pengunjug Sunday Market di kompleks Stadion Manahan, Minggu (11/2/2018) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Para pengunjung Sunday Market Manahan Solo merasa dibodohi oleh jukir yang menarik retribusi tak sesuai ketentuan.

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pengunjung Sunday Market Manahan kesal dengan sikap para juru parkir (jukir) di kompleks Stadion Manahan, Solo, yang masih tak jujur saat menarik reribusi parkir kendaraan pengunjung.

Seorang pengunjung Sunday Market asal Kelurahan Tipes, Serengan, Nuning Tri Haryanti, 38, mengaku diminta membayar retribusi parkir Rp2.000 saat masuk kompleks Stadion Manahan menggunakan sepeda motor pada Minggu (11/2/2018) pagi. Awalnya dia tak menyadari adanya kejanggalan dalam penarikan retribusi parkir tersebut.

Namun, Nuning merasa dibodohi oleh jukir di pintu A (sisi selatan) saat mengetahui nominal tarif parkir sepeda motor yang tertera di karcis parkir ternyata hanya Rp1.000. “Wah curang. Seharusnya Rp.1000, tapi kenapa tadi jukir minta saya bayar Rp2.000?” ujar Nuning saat berbincang dengan Solopos.com di kompleks Stadion Manahan, Minggu.

Nuning juga menyesal karena kurang seksama saat membaca karcis parkir. Padahal dia selama ini kerap mendatangi Sunday Market Manahan dan selalu ditarik retribusi parkir Rp2.000 untuk sepeda motor. Dia meminta pengelola parkir di Kompleks Stadion Manahan menarik retribusi parkir secara adil.

Jika tarif parkir yang berlaku Rp2.000/sepeda motor, semestinya angka itu yang dicantumkan di dalam karcis parkir sehingga tidak menimbulkan kerancuan. Nuning merasa prihatin dengan pengunjung Sunday Market lain yang bernasib sama, tak sadar ditarik retribusi parkir melebihi ketentuan.

“Kalau tarifnya Rp2.000, mending di karcis juga ditulis Rp2.000. Kalau di karcis ditulis Rp1.000 tapi nyatanya ditarik Rp2.000 kan menyalahi aturan,” jelas Nuning.

Setelah mewawacarai Nuning, Solopos.com masuk kompleks Stadion Manahan pada Minggu pukul 10.08 WIB. Salah seorang jukir di pintu A langsung meminta uang Rp2.000 untuk parkir sepeda motor.

Saat dimintai konfirmasi terkait alasan menarik retribusi parkir tak sesuai nominal yang tercantum di dalam karcis, jukir laki-laki yang enggan menyebut namanya tersebut hanya menjawab sudah menjadi aturan. Namun, saat ditanya aturan yang mana, jukir berseragam biru itu tiba-tiba menyerahkan uang recehan Rp1.000 sebagai kembalian sambil berkata, “Ya sudah kalau tidak mau bayar Rp2.000”.

Dia mengaku menarik retribusi parkir Rp2.000/sepeda motor kepada semua pengunjung sejak pagi. Pengunjung Sunday Market asal Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Kasmin, 36, juga mengaku ditarik retribusi Rp2.000 oleh jukir saat masuk kompleks Stadion Manahan lewat pintu gerbang B (sisi utara).

Karena sudah mengetahui besaran tarif parkir yang berlaku hanya Rp1.000, dia lantas meminta kembalian kepada jukir tersebut setelah memberi uang pecahan Rp2.000. Kasmin menyebut sikap para jukir yang langsung meminta uang Rp2.000 untuk retribusi parkir sepeda motor itu memang cukup merugikan pengunjung.

Pengunjung harus tahu terlebih dahulu besaran tarif parkir yang berlaku dan berani memprotes jika tidak ingin membayar reribusi parkir lebih besar dari ketentuan. Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, karcis parkir yang dibagikan kepada pengunjung Sunday Market berisi data-data yang kurang akurat.

Misalnya, kop karcis parkir masih tertulis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Padahal OPD itu telah dipecah menjadi dua, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Selain itu, dasar penarikan tarif parkir juga tercantum SK Wali Kota Surakarta No. 5/2016.

Padahal, soal retribusi daerah di Solo, diatur di dalam Perda No. 5 tahun 2016. Perda tersebut mengatur masyarakat yang masuk kompleks Stadion Manahan tidak dikenai tarif masuk Rp500 saat digelar Sunday Market.

Berita Terkait

Berita Terkini

Viral! David Beckham Ucapkan Selamat Idul Fitri dengan Bahasa Indonesia

David Beckham mengucapkan selamat Idul Fitri bagi seluruh warga Indonesia.

Pesan Berantai di WA Soal Ledakan Kasus Covid-19 Klaten, Polisi Tegaskan Itu Hoaks!

Pesan berantai itu menyebutkan kasus Covid-19 di Jateng meledak pekan ini. Kota Klaten menempati peringkat I, yakni mencapai 11.876 orang pasien Covid-19.

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021).