PERPARKIRAN SOLO : 6 Lokasi Parkir Ini Berlaku Tarif Progresif Mulai 1 Juni

 Ilustrasi posisi parkir yang benar. (Autoblog.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi posisi parkir yang benar. (Autoblog.com)

Perparkiran Solo, enam lokasi parkir ini berlaku tarif progresif mulai 1 Juni mendatang.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bakal memberlakukan tarif progresif di enam lokasi kawasan pusat bisnis mulai 1 Juni 2017.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Keenam lokasi tersebut, antara lain Taman Parkir Pasar Klewer 1, Taman Parkir Pasar Klewer 2, Taman Parkir Pasar Klewer 3, basement Pasar Klewer, Pelataran Pasar Singosaren (Jl. Gatot Subroto dan Jl. dr. Radjiman), dan gedung parkir Pasar Singosaren.

Kabid Perparkiran Dishub Solo, Moch. Usman, menjelaskan pemberlakuan tarif parkir progresif di enam lokasi wilayah Kecamatan Pasar Kliwon dan Kecematan Serengan itu mengacu Perwali No. 9/2017 tentang Tempat Khusus Parkir dan Tarif Progresif.

“Selama ini yang diberlakukan tarif parkir progresif hanya di jalan umum. Kenapa Perwali perlu kami buat? Karena ada beberapa hal. Salah satunya, kami melihat banyak pengguna parkir memanfaatkan tempat khusus parkir, seperti gedung parkir, taman parkir, maupun pelataran parkir terlalu lama. Mereka menghabiskan waktu dengan durasi rata-rata lebih dari lima jam. Kondisi itu sangat tidak efektif mengingat keterbatasan ruang parkir di Solo,” kata Usman saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (26/5/2017).

Usman menyatakan keenam tempat khusus parkir tersebut dipilih karena memang berada di central business district. Dia menjelaskan yang membedakan antara penerapan tarif progresif di jalan umum dengan tempat khusus parkir tersebut adalah selisih waktu.

Tarif parkir di jalan umum akan naik setiap sejam. Sedangkan tarif parkir di lokasi khusus naik 100% setiap dua jam. Tarif parkir motor di tempat khusus parkir bakal tetap dikenakan Rp1.000/kendaraan dan tarif parkir mobil Rp2.000/kendaraan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi penerapan tarif parkir progresif di Kecamatan Pasar Kliwon dan Kecamatan Serengan dengan mengundang stakeholders terkait. Bukan saja warga dan para pelaku usaha, kami juga mengundang langsung para pengelola dan petugas parkir di wilayah tersebut,” jelas Usman.

Usman menerangkan Perwali No. 9/2017 juga mengatur soal pembatasan kapasitas parkir bagi para pelaku usaha dan karyawan di tempat khusus parkir. Dia menyebut para pengusaha dan kartawan tidak akan dikenakan tarif parkir progresif namun harus patuh terhadap kuota lahan parkir.

Mereka hanya bisa memanfaatkan 1/3 dari kapasitas lahan parkir yang ada di masing-masing tempat khusus parkir. Sedangkan 2/3 lahan parkir digunakan untuk kendaraan pengunjung yang dikenakan tarif parkir progresif per 1 Juni. Usman meyakini kebijakan itu efektif diterapkan untuk memaksimalkan kedatangan penggunjung.

“Mengacu pada Perda No. 1/2013, tarif progresif tidak berlaku bagi pedagang dan karyawan. Kondisi ini tidak memungkinkan kami biarkan saja karena berdasarkan hasil kajian, di beberapa lokasi parkir hampir 60% lokasi parkir digunakan pedagang dan karyawan sehingga pengunjung tidak dapat lahan parkir,” jelas dia.

Dalam Perwali baru di atur pedagang dan karyawan tidak dikenakan tarif progresif tapi diberikan kuota. Kuotanya 1/3 dari jumlah slot yang tersedia. Contohnya, di Pasar Klewer ada 600 slot parkir. Maka 1/3 dari 600 slot itu untuk pedagang dan karyawan.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengungkapkan Dishub bakal mengupayakan penyediaan gate parkir untuk dipasang di tempat khusus parkir tersebut. Dia meminta para pengelola maupun jukir bisa menggunakan pencatatan secara manual terlebih dahulu selagi menunggu penyediaan gate. Petugas parjir bisa menuliskan waktu kedatangan pengguna parkir di karcis sebagai upaya penerapan tarif progresif kepada pengunjung.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Mataram Is Love: Ratusan Suporter Solo Berangkat ke Jogja Hari Ini

      Ratusan suporter Solo tersebut berkumpul di Plaza Manahan kompleks Stadion Manahan Solo sebelum berangkat ke Jogaj pada Selasa (4/10/2022) sore WIB.

      PDIP Tersinggung PSI Capreskan Ganjar Tanpa Izin Megawati

      Deklarasi Ganjar sebagai capres PSI itu dilakukan pada Senin (4/10/2022) kemarin.

      Flyover Manahan dan Purwosari Solo Dilengkapi JPO, Konsepnya Modern Pakai Lift

      Dua jembatan penyeberangan orang atau JPO yang masing-masing akan dibangun di flyover Manahan dan Purwosari Solo berkonsep modern dilengkapi lift.

      Pupuk Indonesia Gelar Program Kompetisi Karya Jurnalistik

      PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi membuka program kompetisi karya jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award (PIMA) 2022.

      2 Pekan Berlalu, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kecelakaan Beruntun Tol Brebes

      Setelah dua pekan pasca-peristiwa kecelakaan beruntun di ruas tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Brebes, polisi masih belum menetapkan tersangka atau pelaku yang menyebabkan peristiwa itu terjadi.

      BWF Umumkan Rangking Dunia Bulu Tangkis Terbaru, Marcus/Kevin Naik Satu Tingkat

      Dalam daftar rangking dunia terbaru BWF yang telah diumumkan, Marcus/Kevin kumpulkan 96.527 poin.

      BRI Menanam Proyeksikan Kontribusi Penurunan Emisi Karbon Hingga 23% di 2025

      BRI Menanam merupakan inisiatif BRI dengan memberikan bibit pohon produktif atau tanaman buah kepada nasabah yang melakukan pencairan kredit.

      Pendataan Calon Penerima Bantuan Sapu Jagat di Karanganyar Belum Juga Klir

      Pendataan calon penerima bantuan sapu jagat di Karanganyar belum juga klir. Dinsos Karanganyar mengembalikan data calon penerima ke Disdagnakerkop UKM karena tak lengkap.

      Merasa Sudah Paham, FPDIP DPRD Solo Tak Berikan Pandangan Umum atas APBD 2023

      FPDIP DPRD Solo tidak memberikan pandangan umum terhadap APBD 2023 padahal fraksi-fraksi lain memberikan pandangan mereka.

      Anies Jadi Capres, 2 Petinggi Nasdem Semarang Mundur

      Keputusan Nasdem yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tidak disambut positif sejumlah kader di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

      Penggugat Jokowi terkait Dugaan Ijazah Palsu Pernah Dihukum Tiga Tahun

      Sosok Bambang menjadi pembicaraan setelah menulis buku Jokowi Undercover yang terbit pada 2016 silam.

      Berulang Tahun, Icuk: Yang Penting Merah Putih Berkibar di Kancah Internasional

      Icuk Sugiarto adalah legenda bulu tangkis Indonesia yang pernah meraih berbagai gelar bergengsi nomor tunggal putra.

      Masuk Musim Penghujan, Sragen Waspada Angin Kencang Hingga Longsor

      BPBC Sragen mengimbau warga untuk waspada munculnya bencana seiringan dengan peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

      Gulat Pathol, Permainan Tradisional Khas Rembang yang Masih Lestari

      Gulat Pathol merupakan permainan gulat tradisional khas masyarakat Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng).

      Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan: Polisi Sebut 125 Orang, Aremania Bilang Lebih

      Data dari suporter Arema FC menyebut jumlah korban meninggal lebih dari 125 orang.

      Polisi Gagalkan Peredaran 49.143 Butir Pil Ekstasi dari Malaysia

      Polresta Barelang menggagalkan peredaran 49.143 butir pil ekstasi dari Malaysia dan menangkap seorang tersangka AT, 47, di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).