Kondisi di bekas pasar darurat Pasar Klewer di Alun-alun Utara Keraton Solo, Kamis (25/5/2017). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo memerlukan perpanjangan sewa lahan Alun-Alun Utara (Alut) Keraton Solo untuk kios darurat pedagang Pasar Klewer timur. Hal itu lantaran revitalisasi pasar tersebut tak mungkin kelar akhir tahun ini.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, bakal mengusahakan perpanjangan sewa Alut tanpa biaya atau gratis. Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan sewa lahan Alut harus diperpanjang minimal sampai April tahun depan.

“Saya usahakan, saya rayu agar sewa empat bulan itu gratis. Mungkin sebagai bonus karena kami sudah menyewa Alut sampai perpanjangan tiga kali,” kata dia kepada wartawan, Senin (8/7/2019).

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyewa kawasan itu sejak awal 2015 dengan nilai sewa Rp2,5 miliar per tahun. Sewa pertama berlangsung dua tahun hingga Pasar Klewer sisi barat yang terbakar pada Desember 2014 itu rampung dibangun.

Sewa kali kedua diperuntukkan pedagang Pasar Klewer timur sejak 2017 yang kemudian diperpanjang dua kali pada 2018 dan 2019. “Kalau sewa empat bulan sampai April 2020 habisnya hampir Rp1 miliar, kan sayang. Permohonan surat akan kami kirim nanti. Kami juga sudah berjanji mengembalikan Alut seperti kondisi sebelum disewa. Kami dulu sewa separo saja enggak boleh kok. Makanya sampai sekarang kios yang tidak dipakai pedagang belum kami bongkar,” ucap Rudy.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, memprediksi Pasar Klewer timur rampung dibangun pertengahan April. Komunikasi soal perpanjangan sewa itu sudah dilakukan sebelum ia menjabat.

“Pembicaraan itu sudah dilakukan saat Kepala Disdag masih Pak Subagiyo. Saya tinggal meneruskan. Siapa Raja yang berwenang di sana, kami akan membayar sesuai kesepakatan,” papar dia.

Heru memastikan seluruh bangunan kios di Alut akan dibongkar setelah Pasar Klewer timur selesai dibangun dan seluruh pedagang sudah pindah, termasuk merapikan bekas-bekas bangunan kios, seperti sisa beton dan berangkal.

“Biar sekalian dibongkar kalau pedagang sudah pindah. Sebagian material kios di sana sebenarnya sudah kami pereteli untuk pasar-pasar yang membutuhkan, seperti Pasar Legi,” kata Heru.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten