Perolehan Kursi PDIP di DPRD Klaten Bertambah, Tapi…
Pendukung Jokowi melintas di kawasan Kota Barat, Solo, Selasa (9/4/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, KLATEN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Klaten mengakui target yang dipatok di Pemilu legislatif 2019 meleset. PDIP Klaten yang mematok target dapat merebut minimal 22 kursi hanya berpeluang besar meraih 19 kursi.

Ketua DPC PDIP Klaten, Sunarna, mengakui persaingan di lapangan dalam perebutan kursi DPRD Klaten sangat ketat. Selain bersaing di tingkat internal, para caleg juga harus bersaing di tingkat eksternal, yakni dengan caleg dari partai politik (parpol) lain.

“Kami memprediksi dapat meraih 19 kursi, berdasarkan hitung-hitungan di internal PDIP Klaten. Jumlah 19 ini naik dibandingkan 2014. Waktu itu PDIP meraih 17 kursi. Tapi memang tak sesuai target 2019,” katanya saat ditemui wartawan di rumah dinas (rumdin) Bupati Klaten, Sabtu (4/5/2019).

Sunarna mengatakan 19 caleg PDIP yang berpeluang melenggang ke kursi DPRD Klaten merupakan kombinasi dari wajah baru dan wajah lama. Beberapa caleg PDIP yang berstatus petahana juga tumbang. Di antaranya Aris Prabowo, Bondan Zakaria, Tugiman, dan Sugiyanto. “Ke depan, kami tetap menunggu hasil resmi dari KPU Klaten terlebih dahulu. Setelah itu, kami akan menggelar evaluasi terkait hasil Pileg 2019,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Klaten, Sutarjo, juga mengaku belum puas dengan raihan PDIP pada pemilu kali ini. PDIP menugaskan 50 kader terbaiknya agar terjun memperebutkan 50 kursi DPRD.

“Pileg 2019 ini kan bareng dengan Pilpres 2019. Kebetulan, di Pilpres ada Pak Joko Widodo sebagai salah satu petugas partai. Mestinya, ada dampak dari efek ekor jas seorang Joko Widodo itu. Tentu, hal seperti ini akan menjadi evaluasi di internal kami ke depannya,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom