Permintaan Rambak Kulit Meningkat 2 Kali Lipat
Salah satu pengrajin rambak kulit sapi di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas menunjukkan rambak kulit yang sudah dikemasi di tempat usahanya, Kamis (6/6/2019). (Solopos-Taufiq Sidiq)

Solopos.com, KLATEN - Pengrajin rambak kulit sapi di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas kebanjiran pesanan. Penjualan rambak kulit pada momen libur Lebaran kali ini naik dua kali lipat.

Salah satu industri rumahan rambak kulit yang kebanjiran permintaan seperti milik Milah, UD Sumber Urip. Sejak H-7 Lebaran, tempat produksi sekaligus penjualan rambak kulit di tepi jalan raya Pedan-Cawas itu menjual sekitar 50 kg/hari.

Jumlah tersebut meningkat dibanding sebelumnya. "Kalau peningkatan penjualan itu sekitar dua kali lipat dengan di hari biasa sebanyak 25 kg. Sehari itu untuk bahan produksi butuh dua kulit sapi. Peningkatan permintaan rambak biasanya sampai musim Liburan selesai," kata anak pemilik usaha, Anang, 42, saat ditemui Solopos.com, Kamis (6/6/2019).

Anang menjelaskan peningkatan tersebut terjadi sejak H-7 Lebaran atau Rabu (29/5/2019). Terkait asal pembeli, Anang menuturkan para pembeli merupakan pemudik yang berasal dari berbagai provinsi. "Hampir semua provinsi sepertinya sudah membeli. Ada yang Papua, Kalimantan, serta Jakarta. Kebanyakan yang beli pemudik dari Jakarta dan Surabaya," jelas Anang.

Soal harga, Anang menjelaskan meningkat dibanding hari biasa. Untuk jenis rambak kulit berbentuk sayur dijual seharga Rp140.000/kg selama libur Lebaran atau naik dari harga hari biasa Rp110.000/kg.

Sementara, rambak kulit berbentuk kotak atau berukuran lebih besar dibanding rambak sayur dijual seharga Rp180.000/kg dari harga sebelumnya Rp150.000/kg. "Kenaikannya karena momentum libur Lebaran mencari karyawan sulit. Sementara, tenaga yang menggarap saat Lebaran seperti ini ongkosnya jadi naik dua kali lipat," jelas dia.

Anang menuturkan Plosowangi menjadi sentra industri rumahan rambak kulit sapi. "Jumlah pemilik usahanya ada 20an orang. Rambak kulit menjadi makanan asli bikinan warga Plosowangi," urai dia.

Salah satu pembeli, Juminten, 63, mengatakan saban tahun ia membeli rambak kulit untuk oleh-oleh bagi saudaranya yang kembali ke perantauan di Aceh. Warga Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas itu menuturkan rambak kulit sapi memiliki citarasa gurih.

"Hari ini saya membeli empat bungkus masing berisi seperempat kilogram rambak untuk dibawa saudara ke Aceh," tutur dia. (Taufiq Sidik Prakoso)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom