Permintaan Jamu di Sukoharjo Melonjak 20 Persen
Kepala Kantor Pos Sukoharjo, Edi Rubandi (kiri) memperlihatkan paket berisi jamu yang dikirim ke Tarakan, Kalimantan Timur, Jumat (24/7/2015). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Jamu di Sukoharjo mengalami lonjakan permintaan hingga 20 persen.

Solopos.com, SUKOHARJO Permintaan jamu herbal yang diproduksi di sentra jamu di wilayah Nguter selama Lebaran melonjak sekitar 20 persen. Mayoritas permintaan jamu berasal dari pelanggan di luar Jawa seperti Balikpapan, Medan, hingga Papua.

Pemilik Jamu Bisma Sehat, Mulyadi, mengatakan permintaan jamu herbal meningkat sejak awal Bulan Puasa. Permintaan itu melonjak tajam menjelang Lebaran. Biasanya, omzet penjualan jamu Rp100 juta setiap bulan. Menjelang Lebaran, omzet penjualan jamu menembus Rp120-125 juta. “Memang ada peningkatan permintaan jamu terutama dari pelanggan luar Jawa. Kami mengirim jamu pesanan pelanggan lewat jasa pengiriman Kantor Pos,” katanya kepada Solopos.com, Jumat (24/7/2015).

Menurut Mulyadi, mayoritas penjual jamu gendong asal Nguter mudik selama Lebaran. Mereka akan kulak bahan jamu di Pasar Jamu Nguter dalam jumlah cukup besar. “Bahan jamu itu dibawa langsung oleh para penjual jamu gendong ke tanah perantauan. Mereka sangat jarang memanfaatkan jasa pengiriman,” papar dia.

Pengurus Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo ini mengungkapkan masyarakat merespons positif jamu herbal yang diproduksi di wilayah Nguter. Para calon konsumen kerap menyambangi Pasar Jamu Nguter untuk melihat produk-produk jamu herbal.

Apalagi terdapat beragam jenis produk jamu yang ditawarkan kepada konsumen. Misalnya, jamu beras kencur, kunyit asam, paitan dan gepyokan. Konsumen bisa memilih jenis produk jamu sesuai selera dan khasiat.

“Kami memproduksi sekitar 60 jenis jamu. Rata-rata setiap produsen jamu memproduksi lebih dari 50 jenis jamu,” terang Mulyadi.

Ditemui terpisah, Kepala Kantor Pos Sukoharjo, Edi Rubandi, mengatakan jasa pengiriman paket berisi jamu meningkat seusai Lebaran. Peningkatan jasa pengiriman paket berisi jamu terjadi sejak 20 Juli. Mayoritas paket jamu dikirim ke luar Jawa seperti Tarakan, Sampit, dan Papua.

Sebagian paket jamu dikirim melalui outlet dan agen Kantor Pos di Kecamatan Nguter. Sebagian lainnya dikirim melalui Kantor Pos Sukoharjo ke daerah tujuan.

“Setiap hari ada lima-enam paket besar berisi jamu yang dikirim melalui Kantor Pos Sukoharjo. Pengiriman paket jamu paling banyak di outlet dan agen Kantor Pos di Nguter,” katanya.

 

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho