Juventus (Reuters-Massimo Pinca)

Solopos.com, TURIN — Juventus terpaksa tak bisa memainkan sarriball di laga kontra Torino. Ini terjadi karena Torino menampilkan pemainan keras yang sangat mengandalkan fisik.

Juventus memenangi laga sengit Derby della Mole menghadapi Torino, Minggu (3/11/2019) dini hari WIB di Stadion Grande Olimpico, Turin. Si Nyonya Tua meraih angka penuh lewat gol Matthijs de Ligt pada menit ke-70.

Tiga angka tak datang dengan mudah ke kubu Juventus di laga ini. Tuan rumah bahkan bisa saja menerima hadiah penalti pada menit awal laga saat De Ligt handball di kotak terlarang. Namun, wasit Danile Doveri, tak menunjuk titik putih. Ia bahkan tak meninjau VAR.

Sarri mengakui Torino mampu merepotkan Juventus lewat permainan mereka yang sangat mengandalkan fisik. Hal tersebut memaksa La Vecchia Signora tak bisa memainkan skema umpan pendek yang merupakan pola andalan mantan pelatih Chelsea itu.

"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit dan Torino tampil penuh determinasi sejak laga dimulai. Rencana kami awalnya untuk bisa mengendalikan laga. Namun kami baru bisa melakukannya di akhir laga," ujar Sarri dikutip dari detik.com, Minggu.

"Ini laga yang merepotkan kami dengan intensitas yang tinggi, sangat mengandalkan fisik dan itu sulit bagi kami untuk mengantisipasinya. Itu tidak sesuai karakteristik kami, tetapi kami berhasil mengatasinya."

"Kami tak berusaha bermain cantik di laga ini. Cara bermain lawan dan situasi di lapangan memaksa kami tak tampil dengan pola main kami biasanya. Namun yang paling melegakan kami tetap bisa meraih kemenangan," jelasnya.

Kemenangan ini mengamankan posisi Juventus di puncak klasemen dengan 29 poin. Mereka unggul satu poin atas Inter Milan yang di laga sebelumnya mengalahkan Bologna dengan skor 2-1.

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten