Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Wahyu Prakoso - Solopos.com
Senin, 17 Januari 2022 - 14:57 WIB

SOLOPOS.COM - Warga melintasi jalan pada perbatasan desa di Gilirejo Lama, Kecamatan Miri, Sragen, Senin (6/12/2021). Warga menuju Gilirejo Lama bisa lusus melewati gapura namun bagi warga yang hendak menuju Gilirejo Baru harus belok ke kiri atau melintasi wilayah Boyolali. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Sulitnya mendapatkan air bersih menjadi masalah rutin yang dihadapi warga Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen setiap musim kemarau. Masalah ini sudah menahun sehingga perlu ada solusi konkret untuk mengatasinya.

Untuk saat ini, warga Desa Gilirejo Baru bisa berlega hati karena air melimpah. Hujan yang intens membuat sumber air bersih mudah didapat. Namun begitu masuk musim kemarau, keluhan yang sama soal sulitnya mengakses air bersih akan kembali muncul.

Ketua Komunitas Wongsalam Sragen, Panji Waskito Aji, mengusulkan pencarian titik sumber air menggunakan metode geolistrik di desa tersebut. Metode ini dianggap akurat untuk mendapatkan lokasi yang pas untuk dibuat sumur.

Baca Juga: Sumur Warga Gilirejo Baru Sragen Mulai Ada Air, Cuma Bisa Untuk Makan

“Ini salah satu solusi dari permasalah itu [sulitnya air bersih]. Kami berdiskusi mengusulkan metode itu kepada BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] Sragen,” kata dia kepada Solopos.com, Senin (17/1/2022).

Panji mengatakan ada sejumlah perguruan tinggi yang berpeluang untuk diajak kerja sama. Para mahasiswa bisa melakukan praktikum di wilayah Gilirejo Baru untuk menemukan tempat-tempat dengan sumber air.

Panji mengungkapkan pernah ada warga yang membangun sumur pompa dengan kedalaman 90 meter, namun gagal. Air yang dicari tak kunjung muncul.  Masalah lain, Gilirejo Baru memiliki sendang yang airnya bisa diambil sepanjang tahun. Namun keberadaan sumur bor yang dibuat tidak jauh dari sendang itu bisa membuat kering sendang tersebut dan sumber air lain di sekitarnya.

Baca Juga: Meskipun Sudah Hujan, Wilayah di Sragen Ini Masih Krisis Air Bersih

Panji menilai perlu kajian mendalam untuk mengatasi permasalah di Gilirejo Baru saat musim kemarau.

Upaya-upaya pelestarian dan penyelamatan sumber air sudah mulai dilakukan oleh sejumlah komunitas. Salah satunya dengan gerakan menanam pohon di sekitar sumber mata air.

Pejabat Kepala Desa Gilirejo Baru, Misron, menjelaskan upaya mencari sumber air dengan metode geolistrik baru sebatas pembahasan para sukarelawan bersama BPBD Sragen akhir pekan lalu. (Wahyu Prakoso)

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif