Perkuat Pengembangan Experiential Tourism dan Ecotourism Kalitaji Kulonprogo

Keunikan landscape Lembah Kalitaji sangat potensial untuk pengembangan experiential tourism yang memberikan pengalaman bagi wisatawan.

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 17:20 WIB Penulis: Iwan Aminto Ardi Solikhah Rehno Hidayati Daru Sugati Editor: Danang Nur Ihsan | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Pengelola Desa Wisata Sermo merintis kerja sama dengan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), dalam kajian pengembangan Kalitaji sebagai daya tarik wisata.

Hargowilis merupakan sebuah kelurahan di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelurahan Hargowilis memiliki total luas wilayah keseluruhan sekitar 1453,8384 ha, 99% perbukitan.

Berbatasan langsung dengan Kalurahan Jatimulyo di sebelah utara, Kalurahan Sendangsari di sebelah timur, Kalurahan Hargorejo di sebelah selatan, dan Kalurahan Hargotirto di sebelah barat. Secara administratif, wilayah Kalurahan Hargowilis terdiri atas 77 RT dan 29 RW yang meliputi 13 padukuhan, yaitu: Sremo Lor, Klepu, Bibis, Sremo Tengah, Clapar I, Clapar II, Clapar III, Kalibiru, Tegiri I, Tegiri II, Soka, Tegalrejo, dan Sidowayah.

Hargowilis memiliki kawasan wisata yang sudah sangat populer di masyarakat, yaitu kawasan wisata Waduk Sermo, dengan pemandangan alam dan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Waduk Sermo untuk rekreasi dan menikmati keindahan alam sekaligus kuliner khas Kulonprogo.

Pengelola Desa Wisata Sermo, Mujari, mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Sermo dengan penyediaan berbagai fasilitas dan paket wisata yang menarik.

Namun demikian, belum semua kawasan di sekitar Waduk Sermo tergali potensinya sehingga belum dapat dimaksimalkan untuk pengembangan kegiatan wisata, agar ke depannya kesejahteraaan masyarakat terus meningkat.

Baca Juga: Mengger Omah Kinjeng, Wisata Kulonprogo dengan Latar Bandara YIA

Kalitaji merupakan salah satu kawasan berada dalam sistem pengelolaan Desa Wisata Sermo yang memiliki berbagai potensi yang bisa dikemas untuk daya tarik wisata. Namun, saat ini belum memiliki masterplan pengembangan kawasan untuk menunjang perwujudan kegiatan pariwisata di lokasi tersebut.

Oleh karena itu pengelola Desa Wisata Sermo merintis kerja sama dengan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), dalam kajian pengembangan Kalitaji sebagai daya tarik wisata, khususnya dalam penyusunan masterplan desa wisata dan upaya pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan pariwisata setempat.

Terkait dengan hal tersebut, ITNY menugaskan dosen, yaitu, Iwan Aminto Ardi, S.T., M.Sc (Program Studi PWK), Solikhah Retno Hidayati, S.T., M.T. (Program Studi PWK), dan Dr. Daru Sugati, S.T., M.T. (Program Studi Teknik Mesin), untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai langkah awal dalam mewujudkan kerja sama.

Kawasan Kalitaji memiliki akses yang mudah dari jalan lingkar Waduk Sermo, kondisi perkerasan jalan bervariasi, dengan tanjakan dan turunan yang menjadi karakteristik kawasan perbukitan, dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga: Puncak Saka, Bukit Bintang di Kulonprogo yang Punya Pemandangan Asyik

Jarak tempuh dari Kota Wates dan Bandara YIA sekitar 15-20 menit, tidak terlalu jauh untuk perjalanan wisata, dengan pemandangan alam yang indah sepanjang perjalanan menuju lokasi.

Potensi landscape Kalitaji menjadi daya tarik tersendiri, dengan adanya taman wisata dan camping ground yang saat ini sudah tersedia. Pengelola Taman Wisata dan Camping Ground, Udin, menyampaikan taman wisata pernah banyak dikunjungi oleh wisatawan, sekadar untuk rekreasi atau camping di tempat tersebut sebelum pandemi.

Kondisi 2 tahun terakhir berubah, tidak ada lagi kunjungan ke taman wisata Lembah Kalitaji karena pandemi sehingga tidak ada pemasukan untuk perawatan fasilitas. Atraksi rumah pohon yang tersedia dan diminati masyarakat memerlukan pembenahan dan perawatan agar dapat berfungsi kembali.

Keunikan landscape Lembah Kalitaji sangat potensial untuk pengembangan experiential tourism yang memberikan pengalaman bagi wisatawan mengenai keunikan alam dan pengetahuan sebagai salah satu wujud dari penggalian ekosistem budaya (cultural ecosystem) berupa ecotourism.

Pengelola Desa Wisata Sermo, Mujari, dan Kepala Padukuhan Soka, Danang, menyampaikan untuk memaksimalkan kegiatan wisata di Kalitaji diperlukan tempat parkir yang cukup karena jalan akses menuju Kalitaji meskipun dapat dijangkau kendaraan tetapi cukup sempit sehingga diperlukan lahan parkir untuk menampung kendaraan yang masuk, agar tidak parkir di pekarangan warga.

Baca Juga: Tim Pengabdian Masyarakat ITNY Dorong Pengelolaan Desa Wisata Sermo DIY

Ketersediaan tanah kas desa di Padukuhan Soka menjadi alternatif untuk pengembangan fasilitas umum sekaligus sebagai pusat kegiatan di destinasi wisata Kalitaji.

Sementara Rodliyanto, sebagai pamong desa sekaligus pelaku pariwisata menyatakan peningkatan kompetensi SDM sebagai pendukung pengembangan pariwisata sangat diperlukan, mengingat mereka yang akan mengawal keberlanjutan kegiatan wisata dalam jangka panjang.

Tim Pengabdian ITNY membahas masterplan wisata Kalitaji.

Berdasarkan hasil FGD dan observasi lapangan, dirumuskan beberapa rencana kegiatan. Rencana kegiatan pengembangan kawasan wisata dan pengembangan kapasitas masyarakat akan dibagi menjadi tiga tahapan, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Selanjutnya target pencapaian dari setiap tahapan akan disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia, internal maupun dukungan dari pihak eksternal. Pengelola Desa Wisata Sermo berharap kerja sama pengembangan potensi di Kalitaji dengan ITNY dapat berkelanjutan, multidisiplin, dan multisektor, karena kedepannya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program.

Oleh karena itu, fokus penyusunan masterplan saat ini adalah pemetaan potensi dan permasalahan, serta perwujudan rencana jangka pendek dalam bentuk rancangan pada beberapa titik prioritas.

Baca Juga: Upaya Keberlanjutan IKM Kulonprogo di Masa Pandemi

Warga masyarakat juga berharap peran mahasiswa ke depannya dengan kegiatan KKN atau bentuk pengabdian lainnya untuk membantu masyarakat dalam membangun kapasitas di desa.

Artikel ini ditulis Iwan Aminto Ardi, Solikhah Rehno Hidayati, Daru Sugati, Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE news Kapolri Dampingi KSAL Dites DPR, Buktikan Polisi dan Tentara Solid 13 menit yang lalu

HEADLINE news Diusung PAN ke Pilpres 2024, Ganjar Nunggu Restu Megawati 34 menit yang lalu

HEADLINE news Pendapatan Negara Bukan Pajak Imigrasi Tembus Rp4 Triliun, Tertinggi dari Visa 2 jam yang lalu

HEADLINE news Tim SAR UNS di Cianjur: Bantu Bayi Lahir di Tenda, Tolong Warga Digigit Ular 3 jam yang lalu

HEADLINE news Pamit Pulang, Tim SAR UNS Ditangisi Puluhan Anak Korban Gempa Cianjur 3 jam yang lalu

HEADLINE news Usung Ganjar Pranowo ke Pilpres 2024, PAN akan Lobi Golkar dan PPP 4 jam yang lalu

HEADLINE news 3 Perguruan Tinggi Solo Gelar Seminar Internasional Bisnis 4 jam yang lalu

HEADLINE news 1 Personel Gugur Ditembak KKB, 105 Anggota Brimob Dikirim ke Papua 5 jam yang lalu

HEADLINE news Jalan Mulus, Laksamana Yudo Margono segera Dilantik sebagai Panglima TNI 5 jam yang lalu

HEADLINE news Kasus Tambang Ilegal, Penyidik Gelar Perkara Penetapan Tersangka Ismail Bolong 6 jam yang lalu

HEADLINE news ART Sambo Terbukti Berbohong kepada Hakim, Warganet: Tangkap Kodir! 6 jam yang lalu

HEADLINE news Janji Yudo Margono jika Menjadi Panglima TNI, Tindak Tegas Tentara Arogan 6 jam yang lalu

HEADLINE news Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Dunia 7 jam yang lalu

HEADLINE news Ini Dia Sosok Pria & Perempuan dalam Video Viral Muncul Imam Mahdi di Karawang 7 jam yang lalu

HEADLINE news Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter Polri Aiptu Joko Murdo Dibawa ke Jakarta 8 jam yang lalu