Perkawinan Anak di Sragen Capai 302 Kasus Sepanjang 2022, Waspadai Bahayanya

Angka pernikahan usia anak di Sragen tinggi. Upaya komprehensi dari semua lini termasuk keterlibatan aktif masyarakat penting untuk menekan angka pernikahan usia dini di Sragen.

 Ilustrasi anak yang harus mendapatkan hak-haknya dan terlindungi dari menjadi korban pernikahan dini. (UNICEF/Dinda Veska)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak yang harus mendapatkan hak-haknya dan terlindungi dari menjadi korban pernikahan dini. (UNICEF/Dinda Veska)

Solopos.com,  SRAGEN — Perempuan rentan terlibat dalam perkawinan usia anak. Atas dasar itu Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Sragen bersama para camat mendeklarasikan pencegahan perkawinan usia anak di Aula Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Selasa (22/11/2022).

Pencegahan perkawinan usia anak penting dilakukan mengingat kasusnya di Sragen cukup tinggi. Hingga sepanjang tahun ini hingga Oktober 2022 jumlah perkawinan usia anak di Sragen ada 302 kasus. Ada bahaya yang mengancam pada perkawinan usia anak yang perlu diwaspadai. Kasus perkawinan usia anak berdampak negatif pada pelakunya, seperti potensi bayi stunting sampai ke kemiskinan.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Deklarasi dilakukan dengan meneken komitmen pencegahan perkawinan usia anak yang disiapkan. Ada tiga poin yang disoroti, di antaranya mencegah perkawinan usia anak sebagai upaya perlindungan anak. Kemudian, melakukan upaya komprehensif di semua lini dalam rangka pencegahan perkawinan usia anak. Poin terakhir, mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah perkawinan usia anak.

Deklarasi pencegahan perkawinan usia anak juga diikuti para anak yang tergabung dalam Forum Anak Sukowati (Forasi) Sragen.

Baca Juga: DP2KBP3A Sragen Minta Semua Pihak Ikut Aktif Mencegah Pernikahan Anak

Wakil Bupati Sragen, Suroto, menyatakan meski Sragen sudah mendapat predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya, tetapi Gugus Tugas tidak boleh berpuas diri. Pasalnya, masih banyak tugas yang diselesaikan untuk meningkatkan predikat itu, khusus dalam perlindungan anak.

Dia mengatakan kasus perkawinan usia anak itu secara tidak langsung bagian dari tindakan kekerasan terhadap anak. Ini karena hak anak bersekolah tetapi dalam kondisi tertentu harus menikah dini.

“Kasus di Sragen mencapai lebih dari 300 kasus pernikahan usia anak. Perkawinan usia anak itu berpotensi menimbulkan banyak masalah, seperti angka putus sekolah, risiko stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi/balita, kesehatan mental, gangguan reproduksi, kemiskinan, dan seterusnya. Bahaya perkawinan usia anak harus diwaspadai masyarakat dan stakeholders. Kasus di Indonesia mencapai angka 8,74%,” jelas Suroto.

Baca Juga: Sragen dan Kontradiksi Kabupaten Layak Anak

Ia menyebut perempuan lebih rentan terlibat dalam perkawinan usia anak. Ada beberapa faktor penyebab seperti kemiskinan, berada di daerah pedesaan, dan rendahnya pendidikan.

Untuk mencegah perkawinan usia anak, menurutnya, diperlukan kampanye secara masif sampai ke level nasional. “Strategi lainnya dengan edukasi kesehatan reproduksi dan seksual yang cukup untuk pencegahan dampak negatif perkawinan usia anak. Terobosan lainnya dengan kebijakan regulasi pencegahan perkawinan dan membentuk tim,” katanya.

Anggota Staf Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, Diah Nursari, menyampaikan strategi dalam pencegahan perkawinan usia anak berupa kebijakan regulasi dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) No. 89/2022.

Baca Juga: Angka Pernikahan Anak di Sragen Terus Meningkat

Perbup itu menjelaskan strategi pencegahan perkawinan usia anak dengan pencatatan secara hukum oleh negara. Menurut Diah, perkawinan usia anak bisa dicegah.

“Perkawinan usia anak hanya diizinkan apabila pihak laki-laki dan perempuan sudah mencapai usia 19 tahun. Perkawinan usia di bawah 19 tahun harus melalui jalur dispensasi dengan ketentuan mendapat konseling dan diputuskan oleh pengadilan. Jadi pencegahan perkawinan usia anak itu bisa dilakukan melalui pengadilan dan oleh masyarakat ,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kakung Sableng Klaten Ternyata Kepanjangan dari Kafe Ingkung Sambel Blenger

      Resto Kakung Sebleng berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Kartini/By Pass No. 3, Warung Kidul, Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah.

      Periksa Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor, Ditjen Dikti Terjun ke UNS Solo

      Ditjen Dikti Kemendikbudristek turun langsung ke UNS Solo untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor periode 2023-2028.

      Batuan Purba Sepanjang 100 Meter di Bayat Klaten Ini Bernama Watu Sepur

      Wisata Watu Sepur di Klaten menyuguhkan pemandangan deretan bebatuan purba yang mirip dengan ombak sepanjang 100 meter.

      Tidak Kuat, Presiden Jokowi Gendong Kaesang secara Simbolis seusai Siraman 

      Seluruh prosesi siraman jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022), berlangsung lancar.

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presiden Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.