Perjuangkan Nasib Petani, Mahasiswa Soloraya Unjuk Rasa di Ngarsopuro Solo

Puluhan mahasiswa anggota BEM Soloraya menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah menyesaikan persoalan pertanian.

 Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Soloraya membentangkan spanduk dan poster saat aksi menyuarakan aspirasi di perempatan Ngarsopuro, Jl Slamet Riyadi, Solo, Jumat (24/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Soloraya membentangkan spanduk dan poster saat aksi menyuarakan aspirasi di perempatan Ngarsopuro, Jl Slamet Riyadi, Solo, Jumat (24/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Soloraya menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah daerah/pusat menyelesaikan berbagai persoalan pertanian, Jumat (24/9/2021).

Aksi dalam rangka Hari Tani itu berlangsung di kawasan simpang Ngarsopuro, Solo. Mereka menilai persoalan-persoalan pertanian seperti impor hasil pertanian tidak berpihak kepada petani lokal.

Kesejahteraan petani masih dipertanyakan, dampak kesewenang-wenangan pemerintah yang mengikis lahan dan perkebunan petani, serta stabilitas harga juga masih rendah.

Baca Juga: Psywar ke AHHA PS Pati Berlanjut, Gibran: Sponsor Persis Solo Lebih Banyak sampai Jersey-ne Kebak

Oleh sebab itu, melalui aksi unjuk rasa itu mahasiswa yang tergabung dalam BEM Soloraya menyatakan sikap antara lain menuntut Pemerintah Kabupaten Sukoharjo segera menyelesaikan konflik di PT RUM dan berpihak kepada masyarakat yang terdampak.

Menuntut Gubernur Jawa Tengah segera menyelesaikan konflik di Wadas, Purworejo, serta lebih mengakomodasi suara dari masyarakat yang terdampak dan mengecam keras tindakan represivitas aparat kepolisian.

Berikutnya, pemerintah harus menyelesaikan permasalahan pertanian dari hulu ke hilir sesuai janji-janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pertanian Indonesia. Pemerintah harus memastikan pemerataan kebijakan pertanian dan transparansi kebijakan pertanian Indonesia.

Baca Juga: Pengumuman PPPK Ditunda, Guru Honorer di Solo Pasrah

Selain itu, pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia sesuai UU No 19/2013. Pemerintah harus tegas menyelesaikan masalah konflik agraria, alih fungsi lahan, pemerataan subsidi pupuk, stabilitas harga.

“Kemudian permasalahan impor dan ekspor hasil tani dan permasalahan sektor pertanian dan selalu menjaga demokrasi dan amanat reformasi untuk selalu diperjuangkan,” ujar Widi Adi Nugroho, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) seusai aksi.

Aksi unjuk rasa itu diwarnai orasi dan pembentangan spanduk berisi pesan-pesan berkaitan dengan nasib petani.


Berita Terkait

Berita Terkini

Maulid Nabi Muhammad, Syariah Hotel Solo Gelar Kajian Karyawan

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada Selasa (19/10/2021), manajemen Syariah Hotel Solo melaksanakan kegiatan kajian karyawan.

Tanpa Penata Busana Pribadi, Ini Rahasia Cantik Selvi Ananda

Gaya busana Selvi Ananda selalu match dan terlihat anggun meskipun menggunakan aksesoris yang terkesan sederhana.

Waspadai Covid-19 Gelombang ke-3, Reisa Gencarkan 3M dan 3T di Solo

Pemerintah mulai gencar menggalakkan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta 3T (tracing, testing, treatment) jelang libur panjang Natal dan tahun baru.

Pemkab Klaten Gandeng Tokoh Agama untuk Serukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyadari besarnya pengaruh tokoh agama kepada masyarakat.

Bersarung, Berpeci, Pakai Koko Putih, Gibran Peringati Hari Santri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memimpin upacara peringatan HSN di Plaza Balai Kota, Jumat (22/10/2021) mengenakan sarung, peci, dan baju koko warna putih.

Sebut Seniman Daerah Pakai Ngisor Pring, Dalang Ini Minta Solusi

Seniman Solo mulai menggelar pentas langsung menyusul pelonggaran PPKM di Kota Solo, tetapi itu tidak berlaku bagi seniman ngisor pring di daerah yang masih level 3.

Cerita Rudy Eks Wali Kota Solo, Ibunya Terjerat Utang Rentenir!

Eks Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memiliki pengalaman yang tak enak soal rentenir. Dia mengaku ibunya melarat karena terjerat utang kepada rentenir.

Banyak Warga Solo Terjerat Pinjol Ngadu ke Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir.

4 Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Sejumlah seniman di Kota Solo pernah memenangi AMI Awards selama kurun waktu 18 tahun terakhir, dua seniman di antara sudah meninggal.

2 Penyanyi, 3 Musikus dari Solo Masuk Nominasi AMI Awards 2021

Dua penyanyi dan tiga musikus Solo, yaitu Sruti Respati, Nuca, dan Aditya Ong Trio masuk nominasi AMI Awards 2021 yang diumumkan Senin (18/10/2021).

Konsleting AC, Ruang di Kantor Jasa Sih Wiryadi Terbakar

Kebakaran terjadi salah satu ruang di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan di pinggir Jl. Ki Mangun Sarkoro Nomor 55 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo.

Di Jogonalan Klaten Ada 5 Kerbau Bule, Jadi Tontonan Gratis Warga

Wiyono, 70, warga Dukuh Dompyongan, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, memiliki lima kerbau bule di kandang kerbaunya, sejak lebih dari tiga dekade terakhir.

Terungkap, Tuduhan Selingkuh Jadi Pemicu Perkelahian Maut Sahabat Karib

Dalam pengaruh miras, Trimo diduga menuding pelaku, yakni Soleman, yang juga mabuk, telah berselingkuh dengan istrinya. Keributan terjadi yang berujung pada pembacokan.

Ini Dia Juara Mas Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021

Zaki Adi Saputra dan Fransiska Ervin P.N terpilih sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021 yang diselenggarakan Pemkab Sukoharjo.

Korban Tak Lapor, Polres Klaten Tetap Selidiki Pembegalan di Ngawen

Meski sudah diminta, bakul karak yang jadi korban pembegalan di Ngawen, Klaten, enggan melapor ke polisi. Biar begitu, polisi tetap menyelidiki kasus tersebut.

Cerita Pak RW Antar Pembunuh Sahabat di Klaten, Naik Motor ke Polsek

Warga Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Soleman, 65, menyerahkan diri ke Polsek Jogonalan setelah membunuh sahabat karibnya, Trimo Lewong, 65, diantar Ketua RW.