Dian Sastrowardoyo (Instagram-@therealdisastr)

Solopos.com, JAKARTA -- Artis Dian Sastrowardoyo termasuk salah satu public figure yang jarang membeberkan kehidupan pribadi maupun keluarganya untuk menjadi konsumsi publik.

Namun, ada https://lifestyle.solopos.com/read/20190809/485/1011068/5-cara-ajari-anak-berperilaku-baik-di-tempat-umum" title="5 Cara Ajari Anak Berperilaku Baik di Tempat Umum">satu rahasia mengenai tumbuh kembang putranya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo, yang akhirnya diungkapkan Dian Sastro ke publik.

Siapa sangka, ternyata putra sulung Dian Sastro terdiagnosis autisme yang gejalanya mulai terlihat sejak usia 6 bulan.

Hal ini disampaikan secara terbuka oleh Dian Sastrowardoyo saat menjadi salah satu narasumber dalam konferensi pers Spekix (Special Kids Expo) 2019 di JCC Senayan, Jumat (23/8/2019).

Awalnya, pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? ini sempat curiga ketika https://lifestyle.solopos.com/read/20190813/485/1011841/pertimbangkan-5-hal-sebelum-ajak-anak-nonton-di-bioskop" title="Pertimbangkan 5 Hal Sebelum Ajak Anak Nonton di Bioskop">sang buah hati jarang sekali melakukan kontak mata dengannya serta lebih fokus mengerjakan sesuatu sendiri seolah memiliki dunianya sendiri.

Padahal sebagai ibu, Dian Sastro sangat ingin bisa membangun bonding dengan putranya. "Saya waktu itu sangat merindukan bisa bonding dengan anak. Saling menatap dan bermain bersama tapi itu tidak bisa saya dapatkan," ujarnya.

Kecurigaan Dian kian bertambah ketika putranya yang sudah disekolahkan sejak usia 6 bulan tersebut, sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada lingkungan sekitar.

Saat https://lifestyle.solopos.com/read/20190822/485/1013388/jangan-anggap-remeh-baby-shaming-bikin-ibu-stres" title="Baby Shaming Bikin Ibu Stres">anak lain ikut bermain dan mengikuti guru, putranya malah fokus dengan hal lainnya. Perbedaan itu terasa sangat kental.

Nalurinya sebagai seorang ibu langsung merasa ada yang janggal pada tumbuh kembang anaknya. "Ternyata betul setelah dicek ke tiga dokter tumbuh kembang, dan psikolog, anak saya memamg terdiagnosa autism," ungkapnya.

Meski sang suami, Maulana Indraguna Sutowo, sempat menyangkal bahwa putra mereka mengidap autis, wanita lulusan Filsafat UI ini tetap mengikuti nalurinya untuk segera melakukan intervensi serta melakukan terapi khusus untuk sang buah hati. Mulai dari terapi perilaku, terapi wicara, dan terapi okupasi.

"Akhirnya kita langsung buka diri, mending intervensi sedini mungkin ketika melihat ada ciri yang berbeda pada anak," ungkap Dian Sastrowardoyo.

Setelah dilakukan intervensi sedini mungkin sejak putranya berusia 8 bulan hingga 4 tahun, Shailendra tidak perlu lagi diterapi sejak usia 6 tahun karena sudah lebih bisa membuka diri, berkomunikasi dua arah, dan senang bersosialisasi.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten