Perjuangan Belasan Panti Asuhan di Klaten Tetap Eksis Di Tengah Pandemi
Ida Hartono mengunjungi Panti Asuhan Putri Aisyiyah Klaten di Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (31/1/2020). (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Pandemi Covid-19 menghantam hampir semua aspek kehidupan. Tidak hanya pelaku usaha dan institusi pendidikan yang terdampak, panti asuhan juga.

Di Klaten, ada belasan panti asuhan yang berjuang keras untuk tetap eksis. Beragam cara dilakukan pengelola panti agar bisa terus menjadi naungan anak-anak yatim-piatu dan telantar.

Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial, Nur Sakuri, mengatakan Klaten memiliki 10 hingga 15 panti asuhan yang tersebar ke berbagai kecamatan. Ia belum bisa menyebutkan jumlah persis anak yang dirawat di panti asuhan tersebut. Tidak semua anak asuh tinggal di panti, ada juga yang tinggal di luar panti asuhan.

3 Dari 5 Simpang Susun Tol Solo-Jogja Berada di Klaten, Ini Lokasinya

Nur mengakui pandemi Covid-19 sempat memengaruhi keberlangsungan panti asuhan di Klaten. Ada panti yang mengembalikan anak asuh mereka ke keluarga/kerabat masing-masing. Namun, belakangan anak-anak itu kembali tinggal di dalam panti. “Dari segi donatur juga terdampak terutama di awal-awal. Iya [donasi ke panti sempat menurun]. Namun, panti-panti tetap bertahan. Sampai saat ini tidak ada yang sampai benar-benar dinyatakan tidak ada anak asuh,” kata Nur kepada Espos, Jumat (23/10/2020).

Bantuan Pemerintah Berkurang

Nur mengakui bantuan dari pemerintah untuk panti asuhan juga mengalami penurunan tahun ini lantaran anggaran difokuskan pada penanganan Covid-19. Sebelum pandemi, hampir setiap tahun delapan hingga 10 panti asuhan mendapatkan bantuan pemerintah baik pusat maupun provinsi. Tahun ini jumlah penerima lebih sedikit.

Hanya ada satu panti yang menerima bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan itu diberikan langsung ke rekening masing-masing anak asuh untuk membantu kebutuhan dasar mereka. “Nominalnya tidak sampai Rp1 juta,” jelas dia.

Giliran Nakes Puskesmas Manisrenggo Klaten Terpapar Virus Corona

Sementara, ada empat panti asuhan yang menerima bantuan dari pemerintah provinsi. Bantuan itu berwujud bahan-bahan sembako seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan lain-lain yang diperbantukan langsung kepada masing-masing panti. “Bulan ini sudah masuk dalam tahap terakhir. penyaluran bantuan ini dilakukan dua atau tiga tahap,” kata Nur.

Nur berharap panti asuhan tetap bisa eksis di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Dia menjelaskan berbagai upaya selama ini dilakukan pengelola panti agar hak anak asuh mereka tetap terpenuhi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom