Tutup Iklan
Para pemenang penghargaan merek terbaik SBBI-JBBI 2018 berfoto bersama di Hotel Alana, Colomadu, Karanganyar, Kamis (3/5/2018). (Solopos-Tika Sekar Arum)

Solopos.com, SOO – Solo Best Brand Index-Jogja Best Brand Index (SBBI-JBBI), Jumat (2/5/2019) malam nanti digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar. Malam penganugerahan ini dipuncaki Konser Padi Reborn.

SBBI-JBBI lahir dari kepedulian Harian Umum Solopos dan Harian Jogja terhadap belum adanya survei merek terbaik di kawasan ini. Setiap tahun ada survei yang menilai merek terbaik secara Nasional, namun tidak ada yang menilai secara khusus pasar Soloraya dan Jogja.

Padahal, dua kawasan ini telah berkembang pesat dan memiliki karakter yang besar kemungkinan berbeda dengan Nasional.

SBBI-JBBI berawal pada 2000. Saat itu, survei merek terbaik ini masih menyandang nama Solo Customer Satisfaction Index (SCSI). SCSI berjalan selama enam tahun, 2000-2006.

SCSI mengukur kepuasan konsumen terhadap merek yang mereka gunakan. Pada tahun ke tujuh, yakni 2007, SCSI berubah menjadi SBBI.

Perubahan ini karena penyempurnaan variabel penilaian. Jika SCSI hanya mengukur empat variabel, yaitu brand awareness, market share, kepuasan konsumen, dan loyalitas konsumen, SBBI tampil lebih lengkap.

SBBI 2007 makin kaya dengan adanya penambahan variabel pularitas iklan (ad awareness) dan potensi merek untuk mengakuisisi konsumen di masa depan (gain index).

Seiring waktu, panitia SBBI terus menyempurnakan survei dengan memperkaya variabel penilaian.

Tidak hanya berkutat pada Merek Terbaik (Best Brand), lahirlah Prestisious Brand (merek paling bergengsi) sejak beberapa tahun lalu mengingat pentingnya gengsi bagi masyarakat era terkini.

Panitia juga memperluas survei ke Jogja dengan mengadakan survei khusus area Jogja, yakni Jogja Best Brand Index (JBBI). Demi kian memotret kinerja merek di Soloraya, panitia melengkapi survei dengan Best Online Review pada SBBI 2019.

Hal ini juga seiring tren masyarakat mencari informasi tentang merek di media online.

SBBI-JBBI 2019

Ketua Divisi Survei SBBI-JBBI 2019, Solahuddin, menjelaskan riset ini melibatkan 19.087  sampel, yang terdiri atas 15.516 sampel di Solo dan 3.571 sampel di Jogja. Sampel diambil dengan menggabungkan pendekatan multistage sampling dan purposive sampling.

Riset SBBI-JBBI meneliti 98 kategori produk di Solo dan Jogja. Perinciannya, 79 kategori di Solo dan 19 kategori di Jogja. Bagi para pemegang merek, hasil SBBI-JBBI menjadi informasi penting untuk melihat posisi merek mereka dan merek pesaing di pasar. Bagi konsumen hasil SBBI-JBBI 2019 menjadi informasi berharga dalam menentukan pembelian produk (purchase decision).

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten