Perjalanan Kasus Runtuhnya Bisnis Investasi Semut Rangrang di Sragen
Warga melintasi jalan di antara dua gudang yang pernah dipakai untuk ternak rangrang di Dukuh Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, Senin (10/8/2020). (Solopos/Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Sugiyono, pemilik dan pendiri CV Mitra Sukses Bersama (MSB) yang bergerak dalam bisnis investasi ternak semut rangrang di Sidoharjo, Sragen, ditangkap aparat Polda Jateng.

Foto terkait penangkapan Sugiyono yang juga mantan Sekretaris Desa Taraman dan PNS di lingkungan Pemkab Sragen itu sudah beredar luas di grup Whatsapp warga setempat.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (10/8/2020), warga Dukuh Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, itu ditangkap polisi pada Senin (3/8/2020).

Bos Ternak Semut Rangrang Sidoharjo Sragen Ditangkap Aparat Polda Jateng

Dalam foto itu, tampak bos usaha ternak semut rangrang di Sidoharjo, Sragen, itu mengenakan baju tahanan nomor 56 warna biru. Dari latar belakang yang digunakan, foto tersebut diambil di Kantor Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Jateng.

“Pak Sugiyono sempat memimpin serah terima pengantin di Kerjo Karanganyar pada Minggu [2/8/2020]. Sehari setelahnya, Senin, dia dijemput polisi dari Polda Jateng. Setelah itu, beredar foto yang menunjukkan Pak Sugiyono mengenakan baju tahanan itu,” papar Mulyono, 50, tetangga dari Sugiyono saat ditemui Solopos.com di Dukuh Kroyo.

Bisnis investasi semut rangrang yang didirikan Sugiyono sempat menghebohkan publik karena pada Mei 2019 ditutup secara sepihak oleh CV MSB. Akibatnya, ribuan investor terancam tidak bisa menarik kembali dananya.

Berikut perjalanan kasus bisnis investasi ternak semut rangrang di Sragen:

- Bisnis investasi rangrang dikelola CV Mitra Sukses Bersama (MCB) yang pernah berkantor di Pungkruk, Sidoharjo, Sragen. Usaha ini berdiri sejak 2014 di bawah pimpinan mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Taraman, Sugiyono.

- CV MSB memiliki dua gudang yang berlokasi di Dusun Kroyo, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen.

- Bisnis ini sudah memiliki kantor cabang di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY.

- Bisnis ternak rangrang ini diikuti puluhan ribu investor yang tersebar di tiga provinsi itu dengan nilai total investasi yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

- Satu paket investasi rangrang dijual kepada investor senilai Rp1,5 juta. Setelah lima bulan, investor dijanjikan laba sebesar Rp700.000/paket. Kebanyakan investor hanya mengambil laba dan tetap menanamkan modalnya untuk investasi ini.

Januari 2019

Sugiyono mengundurkan diri sebagai PNS.

Mei 2019

- Bisnis ternak rangrang ini ditutup secara sepihak CV MSB. Ribuan investor terancam tidak bisa menarik kembali dana dan memanen hasil investasi.
- Muncul isu semut rangrang hasil panen dimusnahkan dengan cairan kimia.
- Sugiyono berjanji mengembalikan uang mitra paling lambat Oktober 2019.

14 Juni 2019

- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen, Yusep Wahyudi, memastikan izin usaha CV MSB bukan untuk investasi ternak semut rangrang, tapi toko bangunan.
- OJK memastikan bisnis investasi rangrang CV MSB tak terdaftar di OJK.

17 Juni 2019

Sugiyono mengakui uang dari 6.000 mitra diputar untuk bisnis cryptocurrency (termasuk bitcoin) dan trading lain. Dia mengklaim lima tahun bayar hasil panen semut rangrang senilai Rp7 triliun dari trading.

September 2019

Sugiyono merevisi perjanjian. Pengembalian uang 4.000 mitra molor dari Oktober 2019 menjadi Agustus 2022 dengan cara diangsur.

14 Oktober 2019

- Sugiyono mengaku dilaporkan ke Mabes Polri atas tudingan menipu mitra.
- Sugiyono menuding ada ketua kelompok yang menyelewengkan uang mitra miliaran rupiah untuk kepentingan pribadi dan enggan dimintai pertanggungjawaban.

3 Agustus 2020

Sugiyono ditangkap polisi dan diduga dibawa ke Polda Jateng.

Sumber: dokumentasi Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom