Perjalanan Karier Indro Warkop, Komedian Ngapak Asli Purbalingga

Indro Warkop adalah seorang komedian yang berasal dari tanah Ngapak, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

 Indro Warkop Dki (Youtube/ Close The Door)

SOLOPOS.COM - Indro Warkop Dki (Youtube/ Close The Door)

Solopos.com, PURBALINGGA — Indro Warkop adalah salah satu komedian paling fenomenal di Indonesia. Peran jenakanya di film-film Warkop DKI dengan judul yang menggelitik membuat pria kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, 8 Mei 1958 ini dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (25/1/2022), pria bernama asli Indrodjojo Kusumonegoro, itu bergabung dengan grup lawak Warkop DKI saat duduk di bangku kelas XIII SMA , tepatnya tahun 1976. Saat itu dia bekerja sebagai penyiar di Radio Prambors.

PromosiJalan dr Radjiman, Poros Merapi, Saksi Boyongan Keraton Kartasura

Baca juga: Cimplung, Makanan Khas Banyumas Bermandikan Emas

Saat itu, rekan-rekan Warkop lainnya , seperti Dono, Kasino, Nanu Mulyono dan Rudy Bagil hendak membuat sebuah program siaran bertajuk obrolan santai yang berbau jenaka. Indro yang saat itu berusia paling muda diajak bergabung. Sejak acara obrolan itu mengudara, Indro bersama keempat rekannya akhirnya mulai berkomitmen menjadi komedian dengan nama Warkop Prambors.

Indro mengawaali karier sebagai pelawak di Warkop Prambors dengan mengisi sebuah acara perpisahan di SMA IX Jakarta, namun karena Nanu dan Rudy tidak ikut tampil dengan alasan demam panggung hingga akhirnya sejak saat itu, Indro dan kedua rekannya aktif melawak di berbagai acara dan mengganti nama grupnya menjadi Warkop DKI (Dono-Kasino-Indro).

Baca juga: Dono dan Kasino Pernah Berseteru, Begini Sikap Indro Warkop DKI

Warkop DKI Seperti Keluarga

Dalam berbagai wawancara, Indro menceritakan bagaimana Warkop DKI ini berjalan tidak hanya sebagai kelompok komedian namun juga keluarga. Dalam wawancaranya di sebuah podcast Youtube Close The Door yang dipandu Dedy Corbuzier, Indro menceritakan bahwa mereka memiliki prinsip, kalau anak istri salah satu anggota makan cukup, keluarga personel lain juga harus makan cukup.

Bahkan Indro menceritakan pada saat menit-menit sebelum rekannya, almarhum Dono, meninggal dunia. Kala itu dia kepada rekannya itu untuk membantu membiayai kebutuhan anak-anaknya yang. Hal itu dibuktikan dengan membiayai biaya kuliah putra pertama Dono di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga kemudian mendapatkan beasiswa untuk menyelesaikan studi doktoral di Swiss.

Baca juga: Ini Deretan Peninggalan Pengusaha Terkaya Se-Asia Tenggara di Semarang

Indro mengaku sangat bangga dengan pencapaian anak pertama rekannya di Warkop yang sudah meninggal tersebut. Bahkan, dia juga menjadi saksi dan wali nikah untuk anak pertama alm. Dono pada Febuari 2020 silam. Karena sudah terbiasa dengan suasana kekeluargaan bersama rekan-rekan di Warkop DKI, sikap Indro yang sangat murah hati ini selalu dia praktikan meskipun dia sendiri pernah mengalami kesulitan keuangan.

Dalam podcast itu, Indro mencertiakan di tengah-tengah kondisi keuangan keluarga yang kritis, Indro tetap ingin membantu salah satu keluarganya yang sedang sakit. Sampai akhirnya dia mendapatkan projek atau kerjaan. Saat dia terima upahnya dan hendak akan memberikan uangnya itu kepada salah satu keluarganya, pihak keluarga justru bilang kalau biaya rumah sakit sudah dibayar sehingga dia tetap bisa menikmati hasil kerjanya tersebut.

Baca Juga: Inilah Sosok Pengusaha Terkaya Se-Asia Tenggara Asal Semarang

Membantu Penderita Kanker 

Dia mengatakan bahwa jika ada niat baik, selalu ada jalan. Dia meyakini berkah akan datang kepada mereka yang memiliki niat baik. Indro kehilangan istri tercinta pada 2018 silam akibat penyakit kanker, bahkan banyak anggota keluarga besar lainnya yang juga menderita kanker. Oleh karena itu, Indro Warkop mendedikasikan diri untuk membantu mereka yang menderita kanker, khususnya anak-anak dengan bergabung di sebuah yayasan bernama Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia

Dilansir dari laman pitakuning.or.id, Indro yang memiliki jabatan sebagai dewan pengawas mengaku sangat tersentuk dan tergerak hatinya untuk membantu anak-anak penderita kanker saat berada di RS Dharmais.  Dia juga mengaku bahwa dengan bergabung di Yayasan Pita Kuning ini adalah salah satu untuk memenuhi kepuasan batin untuk membantu sesama.

Baca juga: Sindrom Anak Tunggal, Mitos atau Fakta?

Lahir dari seorang ayah yang memiliki jabatan perwira  tinggi membuat Indro pernah bermimpi untuk menjadi seperti ayahnya. Namun salah satu pesan ayahnya saat sebelum meninggal pada 1968, di mana saat itu Indro Warkop baru berusia 9 tahun, adalah agar dia tidak mengikuti jejaknya sebagai perwira negara (polisi atau TNI). Sebab sang ayah tidak ingin Indro terlindas dengan sistem pemerintahan yang saat itu berjalan.

Meskipun tidak mengikuti jejak ayahnya sebagai perwira, Indro tetap mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang seniman dengan menjadi pelawak. Indro juga menceritakan bahwa ayahnya dulu menderikan Badan Kesenian Angkatan Kepolisian (BKAK) dan salah satu karya yang dihasilkan dan booming saat itu adalah reog nasional.

Baca juga: Cerita Toko Roti Tertua Indonesia di Purwokerto, Eksis 124 Tahun

Karya-Karya Indro Warkop

Sebagai seorang pelawak atau komedian, Indro bersama rekan sesama Warkop DKI telah membintangi sekitar lebih dari 30 macam film Warkop DKI dengan judul menggelitik sejak tahun 1979. Judul-judul film Warkop DKI itu di antaranya Gengsi Dong (1980), Gantian Dong (1985) hingga Saya Duluan Dong (1994).

Dalam film-film ini, Indro bersama dua rekannya di Warkop DKI beradu akting dengan artis-artis cantik, seperti Camelia Malik, Eva Arnas, Ema Waroka, Kiki Fatmala, Sely Marcelina, Nurul Arifin, Dyah Permatasari, Ira Wibowo, Lydia Kandao dan masih banyak lagi.

Di era 1990-an, tepatnya tahun 1995-1997, Indro bersama kedua rekannya, alm Dono dan alm Kasino juga terlibat dalam sitkom Warkop DKI. Dalam sitkom tersebut, Dono, Kasino dan Indro beradu peran dengan aktris-aktris cantik, seperti Karina Suwandi dan Rowina.

Baca Juga: Cinta Segitiga Berujung Maut, Pemuda Salatiga Mati Ditikam

Hingga saat ini, Indro masih dilibatkan dalam sejumlah film di luar Warkop DKI, seperti Comic 8 (2014), Security Ugal-Ugalan (2017), Gile Lu Ndro (2018) dan masih banyak lagi. Kedepannya, Indro juga masih akan dilibatkan dalam sejumlah layar lebar.

Meskipun lahir di Kabupaten Purbalingga, tidak ada sumber yang menceritakan masa kecil Indro Warkop di tempat kelahirannya tersebut.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Karimunjawa Diguncang Gempa M 3,6, BMKG: Getarannya Cukup Teras

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,6 mengguncang Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (17/5/2022) malam.

Binus Dirikan Kampus di Semarang, Ini Lokasinya

Bina Nusantara atau Binus mendirikan kampus di kawasan POJ City, Kota Semarang.

Waduh! Betonisasi Jalan di Semarang Diusik Preman, Ganjar Turun Tangan

Proyek betonisasi jalan Palir-Kaliancir di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), terkendala ulah preman yang meminta uang atau memalang pelaksana proyek.

Joss! Daerah Terdeteksi PMK di Jateng Dapat Bantuan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng siap memberikan bantuan kepada peternak di daerah yang terdeteksi wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Mitos Pantai Karangbolong Kebumen, Kental dengan Sosok Nyi Roro Kidul

Mitos atau kisah misteri di Pantai Karangbolong, Kebumen, sangat erat kaitannya dengan sosok Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Pantai Selatan dan sarang burung walet yang ada di wilayah itu.

Simak Lur! Ini Alasan Naik ke Area Candi Borobudur Belum Diperbolehkan

GM TWC Borobudur, Aryono Hendro Malyanto, mengungkapkan alasan pengunjung atau wisatawan dilarang naik ke area Candi Borobudur.

Penerima Sudah Meninggal, Bansos Ditilap Pegawai Kecamatan Ngaringan

Terungkapnya aksi pegawai Kecamatan Ngaringan tersebut karena kecurigaan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Wisata ke Candi Borobudur, Pengunjung Keluhkan Ini

Sejumlah wisatawan atau pengunjung yang berkunjung ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng, mengaku kecewa, ini sebabnya!

Ini Lampu Bangjo Terlama di Kota Semarang, Netizen: Iso Nyambi Ghibah

Berikut lampu bangjo atau traffic light di Kota Semarang yang disebut-sebut menyalakan lampu merah terlama versi netizen.

Akhirnya! Undip Gelar Wisuda Secara Luring, Perdana Sejak Pandemi

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar upacara wisuda secara luring atau dihadiri wisudawan untuk kali pertama sejak pandemi Covid-19.

Lima Polres di Jateng Diusulkan Naik Tipe C, Salah Satunya di Soloraya

Polda Jateng mengusulkan lima polres di wilayahnya untuk naik tipe dari tipe D menjadi tipe C, salah satunya ada di wilayah Soloraya.

Pemuda di Jepara Meninggal Dikeroyok, Kapolres: Bukan Tawuran Desa

Kapolres Jepara, AKBP Warsono, memastikan kematian pemuda asal Desa Muryolobo, Nalumsari, akibat pengeroyokan dan bukan tawuran antarwarga desa.

Warga Terdampak Reaktivasi Rel Tawang-Semarang Terima Santunan

Balai Teknik Perkeretaapian Jateng memberikan santunan kepada warga terdampak reaktiviasi rel Stasiun Semarang Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas.

Gudeg Koyor Mbak Tum, Kuliner Legendaris di Semarang Langganan Pejabat

Warung kuliner legendaris di Kota Semarang salah satunya adalah Warung Gudeg Mbak Tum yang ada di Jalan MT Haryono.

Punya Kiai Terbanyak di Jateng, Pati Justru Terkenal Kota Paranormal

Memiliki jumlah kiai, ulama, ustaz, terbanyak di Jawa Tengah, Kabupaten Pati justru terkenal sebagai kota paranormal.

Horok! Kapal Bajak Laut Tiba-Tiba Muncul di Juwana Pati

Sejumlah replika kapal bajak laut dan kapal tempur hadir di acara sedekah laut di Juwana, Pati.