Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak, Selasa (7/1/2020). (Antara)

Solopos.com, JAKARTABanjir Jakarta di awal 2020 membuat pemerintah pusat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk bergerak cepat memperbaiki infrastruktur penanganan banjir di Jakarta.

Presiden Jokowi meminta Anies segera merampungkan sodetan Kali Ciliwung menuju ke Banjir Kanal Timur (BKT) hingga akhir tahun ini. Tak hanya itu, dia pun meminta Gubernur DKI Jakarta itu untuk menyelesaikan persoalan pembebasan lahannya.

"Dan juga pengerjaan-pengerjaan meneruskan kembali baik normalisasi atau naturalisasi yang ada di sungai-sungai yang ada di Jakarta," kata Jokowi ketika memimpin rapat terbatas mengenai penanganan banjir di Istana Merdeka, Rabu (8/1/2020).

Banjir di Jakarta dan sekitarnya selain diakibatkan oleh tingginya curah hujan, juga diperparah dengan belum selesainya proyek pelebaran sungai atau yang disebut dengan normalisasi.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebut normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 33 km baru selesai sekitar 16 km. Sisanya, pelebaran sungai itu masih terkendala upaya pembebasan lahan.

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi proyek sodetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur. Basuki menyatakan pembebasan lahannya baru 600 m dari 1,2 km.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan untuk meneruskan program normalisasi sungai dan memilih melakukan naturalisasi sungai. Anies mengeluarkan Peraturan Gubernur DKI No 31/2019 tentang Pembangunan dan Revitalisasi Prasarana Sumber Daya Air secara Terpadu dengan Konsep Naturalisasi.

Naturalisasi didefinisikan sebagai cara mengelola prasarana sumber daya air melalui konsep pengembangan ruang terbuka hijau dengan tetap memperhatikan kapasitas tampungan, fungsi pengendalian banjir, dan konservasi.

Sumber: Bisnis/JIBI


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten