PERINGKAT SEKOLAH GLOBAL : Singapura Pertama, Indonesia Kedelapan dari Bawah

PERINGKAT SEKOLAH GLOBAL : Singapura Pertama, Indonesia Kedelapan dari Bawah

SOLOPOS.COM - Teknisi (kiri) membetulkan jaringan Internet saat sosialisasi UN CBT di SMK Negeri 3 Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (24/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)

Peringkat sekolah global dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)

Solopos.com, JAKARTA -- Organisasi Kerja sama dan Pembangunan Eropa atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis hasil analisa peringkat sekolah global. Dari 76 negara yang dianalisa, Singapura berada di peringkat pertama sementara Indonesia peringkat kedelapan dari bawah.

OECD merupakan organisasi internasional yang beranggotakan 30 negara. Negara yang bergabung di OECD ini menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas.

Sebagaimana dilaporkan BBC dan dikutip Detik, Rabu (13/5/2015), dari hasil analisa OECD Asia menempati lima posisi teratas sementara negara-negara Afrika dengan peringkat terendah. Singapura memimpin di peringkat pertama, diikuti oleh Hong Kong. Ghana menduduki posisi terbawah. Indonesia menduduki posisi nomor 69 dari 76 negara.

Inggris menempati peringkat 20, sedangkan beberapa negara Eropa lainnya berprestasi lebih baik. Amerika Serikat bertengger di posisi 28.

OECD menyebutkan perbandingan itu diambil berdasarkan hasil tes di 76 negara serta menunjukkan hubungan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi.

"Ini kali pertama kami memiliki skala yang benar-benar global mengenai kualitas pendidikan. Idenya adalah memberikan akses kepada berbagai negara, kaya dan miskin, untuk membandingkan negeri mereka dengan negeri-negeri maju dunia dalam pendidikan, untuk menemukan kekuatan dan kelemahan masing-masing, dan untuk melihat dampak peningkatan kualitas di sekolah terhadap ekonomi jangka panjang, "kata Direktur pendidikan OECD, Andreas Schleicher.

Singapura Pernah Buta Huruf

Peringkat pertama, Singapura ternyata pada tahun 1960an sempat memiliki jumlah tinggi warga yang buta huruf, kata Schleicher. Hasil ini menunjukkan tingkat kemajuan yang dapat dicapai.

Di Inggris, penelitian menunjukkan sekitar satu dari lima anak-anak meninggalkan sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan tingkat dasar.

Dan menurut OECD, jika jumlah ini bisa dikurangi dan keahlian mereka dipertinggi, Inggris akan bisa mendapat tambahan triliunan dolar bagi ekonomi Inggris.

Analisa itu yang berdasarkan hasil tes matematika dan ilmu pengetahuan adalah peta global yang jauh lebih luas dibandingkan tes Pisa OECD sebelumnya yang berfokus pada negara-negara industri lebih makmur.

Tabel terbaru yang memeringkat lebih dari sepertiga negara-negara dunia, menunjukkan posisi negara seperti Iran, Afrika Selatan, Peru dan Thailand dalam skala internasional.

Terlihat juga sekali lagi performa buruk AS yang merosot di bawah sejumlah negara Eropa dan disalip oleh Vietnam. Tabel juga menunjukkan posisi Swedia yang menurun, senada peringatan OECD pekan lalu mengenai masalah pada sistem pendidikan mereka.

Temuan ini akan disampaikan secara resmi pada Forum Pendidikan Dunia di Korea Selatan pekan depan, saat PBB akan mengadakan konferensi untuk sasaran peningkatan pendidikan global pada tahun 2030.

Lima posisi teratas diambil oleh negara-negara Asia - Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan dan Jepang.

Lima negara dengan peringkat terendah adalah Oman di posisi 72, Maroko, Honduras, Afrika Selatan dan Ghana di tempat terakhir.

"Jika anda masuk ke ruang kelas di Asia anda akan menemui para guru yang menekankan setiap siswanya harus berhasil. Terdapat sikap tegas, fokus dan koherensi,” kata Schleicher.

Pardada-Pardadi India 

“Negara-negara itu juga sangat pandai dalam merekrut guru-guru berbakat untuk mengajar di ruang kelas yang paling menantang, sehingga setiap siswa diberi akses ke guru-guru terbaik.”

Laporan yang diluncurkan oleh OECD dan dirangkum oleh Eric Hanushek dari Universitas Standford dan Ludger Woessmann dari Universitas Muenchen ini mengatakan bahwa standar pendidikan merupakan “alat prediksi bagi kesejahteraan jangka panjang suatu negara.”

"Kebijakan dan praktik pendidikan buruk mengakibatkan banyak negara mengalami keadaan seperti resesi ekonomi," kata laporan itu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.

Ayu Maulida Kenakan Kostum Komodo di Panggung Miss Universe

Ayu Maulida terpilih sebagai Puteri Indonesia 2020 menggantikan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull.