Peringkat Investasi Soloraya: Boyolali Favorit Investor Domestik, Wonogiri Paling Bluk
Ilustrasi investasi di Soloraya (Dok. Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Investor dalam negeri atau domestik masih tertarik menanamkan investasi di Soloraya, meski di tengah pandemi Covid-19. Selama semester I/2020 atau Januari-Juni 2020, Kabupaten Boyolali menjadi kabupaten dengan nilai investasi terbesar yakni mencapai Rp433,15 miliar.

Sedangkan kabupaten di ujung selatan wilayah Soloraya, Wonogiri, berada di posisi buncit dibandingkan enam kota/kabupaten lainnya. Sepanjang semester I/2020, Wonogiri hanya meraih investasi Rp11,21 miliar.

Berdasarkan data yang diterima Solopos.com dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah (Jateng), nilai total investasi domestik atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Soloraya mencapai Rp1,15 triliun.

Its Okay to Not Be Okay Tamat, Kim Soo Hyun Tuai Pujian

Dari nilai itu, investasi PMDN di Soloraya paling banyak masuk ke Kabupaten Susu dengan persentase 37,5 persen. Disusul Kota Solo yang masih menarik bagi investor dalam negeri dengan nilai investasi Rp303,99 miliar atau 26,3 persen.

Selanjutnya, peringkat ketiga investasi PMDN terbesar di Soloraya ditempati Sukoharjo dengan nilai Rp247,00 miliar atau 21,4 persen. Sragen menyusul berikutnya dengan nilai investasi Rp101,77 miliar.

Sementara itu, Wonogiri hanya mampu mencatatkan investasi Rp11,21 miliar dari investor dalam negeri selama Januari-Juni 2020. Nilai tersebut hanya 0,9 persen dari total investasi di Soloraya.

Pandemi Covid-19 Jadi Alasan Janda di Madiun Jalankan Bisnis Esek-Esek

Investasi Semester I/2020 Dinilai Cukup Baik

Padahal jika merujuk dari jumlah proyek, nilai investasi Wonogiri Rp11,21 miliar itu berasal dari 172 proyek. Performa tak maksimal ini tentu harus menjadi catatan Pemkab Wonogiri.

Sementara itu, nilai investasi tersebut dinilai cukup baik. Kepala DPMPTSP Jateng, Ratna Kawuri, mengatakan di tengah pandemi Covid-19, performa investasi Jateng masih terbilang baik.

Bahkan secara umum, dia menyebut Jateng masih bisa memenuhi target investasi yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Runner Up Master Chef Indonesia Isi Cooking Class The Sunan Hotel Solo

"Tak bisa dimungkiri dunia investasi di Jateng juga terpengaruh pandemi, terutama masuknya investasi baru. Namun Jateng masih bisa mengejar target. Target itu diberikan BKPM,” ujar Ratna kepada Solopos.com, Rabu (5/8/2020).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, target investasi pada tahun 2020 memang dikoreksi atau dirasionalisasi. Rasionalisasi target tersebut dilakukan pemerintah untuk mengimbangi dampak pandemi Covid-19.

Lantas bagaimana performa investasi kota/kabupaten di Soloraya? Berikut Solopos.com merangkum peringkat investasi di Soloraya semester I/2020 khusus PMDN:

Awas! Nonton Video Porno Bisa Memicu Fetish Hlo

1. Kabupaten Boyolali: Rp433,15 miliar (67 proyek)

2. Kota Solo: Rp303,99 miliar (129 proyek)

3. Kabupaten Sukoharjo: Rp247,00 miliar (224 proyek)

4. Kabupaten Sragen: Rp101,77 miliar (64 proyek)

5. Kabupaten Karanganyar: Rp36,92 miliar (163 proyek)

6. Kabupaten Klaten: Rp21,81 miliar (139 proyek)

7. Kabupaten Wonogiri: Rp11,21 miliar (172 proyek).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom