Pengibaran bendera merah putih dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Karanganyar, Sabtu (1/6/2019). (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan pelajar berkumpul di Alun-alun Karanganyar, Sabtu (1/6/2019) pukul 07.00 WIB. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bertugas sebagai inspektur upacara pagi itu. Saat amanat inspektur upacara, ia membacakan pidato dari Plt Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila, Haryono.

Upacara berjalan dengan hikmat dan lancar. Tahun ini peringatan Hari Lahir Pancasila jatuh pada hari Sabtu dan berdekatan dengan Idulfitri. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan edaran Nomor 01 Tahun 2019 tentang pelaksanaan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila.

Pada edaran tersebut, bagi pegawai BKN wajib mengikuti upacara dan apabila sudah mengambil cuti, pegawai wajib mengikuti upacara di kantor pusat BPN, kantor regional BPN atau pemerintah daerah sesuai keberadaan pegawai.

Salah satu peserta upacara yang juga pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alifah Hidayatunnisa, 30, mengatakan sudah merencanakan jauh hari untuk mengambil cuti dan mengikuti upacara di kampung halaman. 

“Saya tiba di Karanganyar sejak 30 Mei. Ini merupakan pengalaman saya mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di instansi lain. Teman-teman kantor juga banyak yang mengikuti upacara di kampung halaman. Kami harus kirim bukti berupa foto dan surat keterangan dari Sekretariat Daerah,” ujarnya.

Seusai upacara, Juliyatmono mengundang peserta upacara yang khatam Alquran untuk berbaris di depan. Juliyatmono menghadiahi sebanyak 37 peserta upacara yang khatam Alquran dengan uang Rp100.000 untuk masing-masing peserta.

“Alhamdulillah cukup banyak yang khatam Alquran dari peserta upacara. Spirit bulan Ramadan, setiap pagi membaca Alquran bagi ASN yang beragama Islam berjalan cukup baik. Dari yang hadir, satu aspek kejujuran luar biasa. Tidak mungkin yang belum khatam maju ke depan. Ini sesuatu yang bagus untuk ASN,” ujarnya sambil tersenyum kepada wartawan.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten