Sejumlah pengunjung Sun City Mall Madiun melakukan tes deteksi HIV , Minggu (1/12/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Puluhan pengunjung Sun City Mall Madiun mengikuti voluntary counselling and testing (VCT) atau tes HIV secara sukarela saat peringatan Hari AIDS Sedunia 2019 di mall tersebut, Minggu (1/12/2019). Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Madiun.

Layanan VCT ini dibuka supaya para pengunjung mall bisa memeriksakan dirinya apakah terinfeksi HIV atau tidak. Sebelum dites, mereka terlebih dahulu berkonsultasi dengan konselor mengenai kegiatan-kegiatan keseharian mereka.

Setelah itu, klien akan mendapat informasi melalui konseling prates. Selanjutnya konselor akan menjelaskan mengenai pemeriksaan yang bisa dilakukan dan meminta persetujuan klien untuk dilakukan tes HIV. Setelah bersedia, tes bisa dilakukan.

Salah seorang petugas, Eti Rahayu, mengatakan tes dilakukan dengan cara mengambil sampel darah klien. Setelah itu, sampel darah itu akan diperiksa menggunakan alat khusus.

"Untuk mengetahui klien tersebut positif HIV atau AIDS cukup menunggu 20 menit. Setelah itu hasil bisa langsung diketahui," kata Eti yang merupakan Pelaksana Program HIV di Puskesmas Oro-Oro Ombo, Kota Madiun.

Seorang konselor tes HIV, Nur Heliyana Sari, menyampaikan sebelum dites, klien akan dilakukan konseling dahulu. Klien diharapkan jujur dan menceritakan kegiatan sebelumnya yang dicurigai dapat berisiko terpapar HIV.

Infeksi HIV tidak memiliki gejala awal yang jelas. Sehingga tanpa pengetahuan yang cukup, penyebaran HIV akan semakin sulit dihindari.

"Tes HIV ini perlu dilakukan sebagai langkah awal untuk segera mendapat informasi mengenai HIV," kata dia.

Eti menuturkan hasil tes akan menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil. Hasil tes akan dijaga rahasianya sehingga masyarakat yang mengikuti tes tidak perlu khawatir.

Ia menjelaskan saat ini ada 17 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Oro-Oro Ombo. Mereka mendapat obat antiretroviral (ARV) secara cuma-cuma Sebagian besar dari ODHA yang ditangani di layanan kesehatan tingkat pertama ini merupakan gay maupun waria.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten