Peringatan Hari Jadi Sragen Mulai Digeber, Ada Pameran 500 Bonsai

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen mulai digelar hari ini. Panitia masih menyiapkan venue untuk pameran 500 tanaman bonsai di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen.

 Seorang pekerja menyiapkan tempat untuk ajang pamerang bonsai tingkat nasional di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Senin (9/5/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Seorang pekerja menyiapkan tempat untuk ajang pamerang bonsai tingkat nasional di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Senin (9/5/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Semarak kegiatan dalam peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen mulai digeber mulai Senin (9/5/2022). Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen didesain sebagai tempat ajang pameran bonsai berskala nasional.

Panitia menargetkan bisa memamerkan 500 buah bonsai. Jumlah itu separuh dari daya tampung alun-alun yang mencapai 1.000 tanaman bonsai.

PromosiGalaksi Tanpa Materi Gelap Bikin Bingung Astronom

“Untuk gebyar pameran bonsai kami belum bisa bicara banyak. Hari ini [Senin] baru mengeset Alun-alun untuk tempat pajang bonsai. Kemudian mulai Selasa-Rabu [10-11/5/2022] menerima bonsai dari peserta. Pada Kamis-Jumat [12-13/5/2022] penjurian dan nanti dibuka Sabtu [14/5/2022] oleh Bupati,“ ujar Ketua Pelaksana Panitia Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen, Tugiyono, saat ditemui wartawan, Senin.

Dia menyampaikan peserta pameran bonsai berasal dari berbagai wilayah di Indonesia karena skalanya nasional. Dia mengatakan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, rencananya  mengirimkan satu truk bonsai untuk ikut pameran.

Baca Juga: Ini 12 Band Lokal yang Akan Tampil saat Konser Hari Jadi di Sragen

“Kalau dari lokal banyak. Bonsai koleksi Bupati Sragen juga akan diikutkan dalam pameran tersebut. Kami sudah siapkan tempatnya. Alun-alun itu kapasitasnya bisa 1.000 bonsai, tetapi target kami sebenarnya hanya 500 bonsai. Kalau lebih dari 500 buah yang jelas tempatnya masih ada,“ ujarnya.

Selain pameran bonsai, ada berbagai lomba-lomba dan kegiatan yang lain untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-276 Sragen. Sebut saja lomba K-3 yang sudah dimulai Senin ini sampai Jumat besok. Ada pula lomba masak soto khas Jawa pada Rabu besok. Kemudian pasar ekonomi kreatif, lomba memancing, dan lomba burung anggungan.

Selain itu ada Sragen Festival Kreatif, lomba duet menyanyi, Kemukus Berselawat, Tour de Sragen, ziarah lokal, tasyakuran dan doa bersama hari ulang tahun pelantikan Bupati.

Baca Juga: Ini Alasan Pemkab Sragen Pilih Kangen Band Untuk Konser Hari Jadi

Festival musik pada Sabtu (28/5/2022) akan menjadi penutup rangkaian acara Hari Jadi Sragen. Panitia awalnya akan menghadirkan Tri Suaka-Nabila dalam konser musik itu, namun dibatalkan dan diganti dengan Kangen Band. Festival musik ini akan dihelat di Alun-alun Sasana Langen Putra dengan target bisa mendatangkan 1.000 penonton.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Serba-Serbi Layanan Damkar Sragen, Buka "Jasa" Lepas Cincin Segala

Damkar Sragen mempunya tugas sampingan yakni menyediakan "jasa" melepas cincin bagi warga yang kesulitan melakukannya. Setidaknya sejak Januari-April 2022, ada 10 orang yang meminta bantuan Damkar untuk melepas cincin.

Wow, 4 Tanaman Hias Ini Dibarter dengan 1 Mobil Jazz di Sukoharjo

Angga mengaku berminat dengan tanaman philodendron domesticum tersebut lantaran warna daun yang keluar dari tanaman tersebut terbilang unik dan jarang ditemukan.

Babak Baru Kasus Penjebolan Tembok Keraton Kartasura, Ada Tersangka?

Kasus penjebolan benteng Baluwarti eks Keraton Kartasura, Sukoharjo memasuki babak baru. Status perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.