PERIKANAN JATENG : Penyuluh Diminta Katrol Konsumsi Ikan
Ilustrasi gemar makan ikan. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)

Perikanan Jateng diharapkan mengoptimalkan semua potensi untuk mengatrol konsumsi ikan, termasuk para penyuluh.

Solopos.com, SEMARANG — Petugas penyuluh perikanan di Provinsi Jawa Tengah diminta ikut terlibat aktif mengatrol tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat yang terbilang rendah.

"Tingkat konsumsi ikan di Jateng masih cukup rendah, hanya mencapai 26 kg/tahun, dan masih terendah dibandingkan provinsi lain di Indonesia," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Kota Semarang, Jumat (4/8/2017).

Ia berharap peningkatan konsumsi ikan di Jateng bisa mencapai 50 kg/tahun. Pasalnya, menurut data yang diterimanya jumlah produksi perikanan tangkap Jateng sudah mencapai 400.000 ton dan produksi perikanan budidaya kurang lebih sekitar 500.000 ton.

Oleh karena itu, kata dia, tugas penyuluh perikanan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Termasuk, imbuhnya, memanfaatkan potensi di sektor kelautan dan perikanan.

"Ini tantangan bagi para penyuluh bagaimana membuat inovasi dan kreasi yang kemudian dikembangkan supaya lebih produktif, lebih berdaya guna dan berhasil guna," ujarnya.

Menurut dia, di samping memiliki inovasi dan kreativitas, penyuluh perikanan juga harus meningkatkan kemitraan dengan masyarakat agar dapat selalu melakukan pendampingan dalam penyelesaian kesulitan dan membantu kebutuhan masyarakat.

"Perlu ada harmonisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga tidak akan ada disharmonisasi antara penyuluh yang nantinya akan dilimpahkan kepada pemerintah pusat dengan dinas yang menangani perikanan di daerah," katanya.

Terkait dengan upaya peningkatan konsumsi ikan yang selama ini terwadahi Gerakan Makan Ikan (Gemarikan), Pemprov Jateng serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota untuk membiasakan siswa-siswi mulai dari PAUD hingga SMP mengonsumsi ikan tiga hari dalam satu minggu.

"Saya sudah minta kepada kepala dinas pendidikan kabupaten/kota agar anak-anak yang di PAUD, SD, hingga SMP satu minggu tiga kali makan ikan, Kalau perlu dibuatkan surat edaran Gubernur Jateng agar bupati/wali kota juga ikut mendorong," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho