Kendaraan melewati jembatan Jurang Gempal sisi utara, Pokoh, Wonogiri, Rabu (28/8/2019). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Jalan di bawah jembatan rel kereta api atau https://soloraya.solopos.com/read/20190510/495/990901/proyek-pelebaran-jalan-kretek-bang-wonogiri-disetop-sebulan-demi-lebaran" title="Proyek Pelebaran Jalan Kretek Bang Wonogiri Disetop Demi Lebaran">Kretek Bang Wonogiri bakal ditutup total selama sepekan untuk proses penggantian jembatan baja rel mulai Selasa (3/9/2019).

Terkait itu, Dinas Perhubungan (Dishub) https://soloraya.solopos.com/read/20181117/495/953423/ada-perubahan-teknis-pekerjaan-fisik-kretek-bang-wonogiri-molor" title="Ada Perubahan Teknis, Pekerjaan Fisik Kretek Bang Wonogiri Molor">Wonogiri sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan itu. Rencana awal pengalihan arus lalu lintas itu meliputi kendaraan dari arah selatan lurus hingga perempatan Ponten.

Dari Ponten, kendaraan berbelok kanan ke arah patung Sukarno. Lalu, belok ke kiri melewati jalan depan kantor Agraria atau ATR/BPN.

“Kendaraan lalu melaju lurus hingga Alas Kethu. Jalan depan agraria itu nanti menjadi dua arah,” ujar Kepala Dishub https://soloraya.solopos.com/read/20181116/495/953300/2-bangunan-terdampak-proyek-kretek-bang-wonogiri-dibongkar" title="2 Bangunan Terdampak Proyek Kretek Bang Wonogiri Dibongkar">Wonogiri, Ismiyanto, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (28/8/2019).

Dari Alas Kethu, kendaraan diarahkan melintasi rel menuju pertigaan Metro. Jalur dari Alas Kethu ke Metro itu akan dibuat searah ke selatan. Kemudian, dari pertigaan Metro, kendaraan belok kanan ke arah Solo.

“Rute dari arah Solo relatif tak banyak berubah. Hanya untuk warga yang ingin pergi ke Jl. Ahmad Yani dekat Kretek Bang bisa menggunakan jalur-jalur alternatif lain diperbolehkan asalkan tidak melewati pertigaan Metro,” ujar dia.

Ismiyanto menjelaskan sebelum pelaksanaan, sepanjang jalan terdampak pengalihan arus akan diberi rambu-rambu. Tak hanya itu, pada masa awal pemberlakuan, sejumlah petugas akan diterjunkan untuk mengatur dan mengarahkan pengguna jalan.

Ia berharap penutupan total sementara di Kretek Bang tidak berdampak pada kemacetan lalu lintas. “Nanti kita lihat perkembangannya. Rencana rekayasa lalu lintas ini baru besok Jumat kami rapatkan. Akan dibahas lebih jauh bagaimana misalnya kendaraan berat melintas, dan lainnya,” terang Ismiyanto.

Pengalihan arus lalu lintas juga terjadi di jembatan Jurang Gempal atau Jembatan Pokoh. Jembatan sisi selatan itu memerlukan penggantian lantai yang rusak. Jembatan itu dibangun sekitar 1989.

Lantai jembatan akan dibongkar lalu diganti yang baru. “Pengerjaannya diperkirakan selesai pada Desember nanti,” kata Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Surakarta, Agus Apriyanto, saat dihubungi Solopos.com.

Untuk perbaikan itu jembatan sisi selatan ditutup total. Kendaraan dari timur dialihkan melalui jembatan sisi utara sehingga jembatan itu menjadi dua arah.

Untuk menuju Waduk Gajah Mungkur atau Pracimantoro, kendaraan dari timur melewati jalan pintas dengan membongkar median jalan.

“Pantauan kami sejauh ini enggak ada masalah di sana. Jika diperlukan kendaraan berat bisa dialihkan melalui Jalan Lingkar Kota. Namun, berdasarkan kajian kami, hal itu belum diperlukan. Kalau lewat JLK, kendaraan muternya jauh sekali,” tutur Ismiyanto.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten