Solopos.com, SLEMAN-Perguruan tinggi dapat berperan untuk mendorong bangkitnya industri minyak atsiri lokal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan terus melakukan penelitian dan pengembangan.

Ketua Prodi Ilmu Kimia Universitas Islam Indonesia (UII), Riyanto mengatakan, kebutuhan industri terhadap produk minyak atsiri berkualitas terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu terjadi seiring dengan tingginya diversifikasi produk yang membutuhkan kandungan minyak atsiri. Mulai produk parfum, kosmetik, perasa makanan dan minuman dan juga produk pembersih rumah tangga.

“Kenyataan ini tentu saja menjadi peluang tersendiri bagi industri lokal pengolahan minyak atsiri yang sedang menggeliat. Sayangnya, dukungan riset untuk meningkatkan kualitas minyak atsiri belum banyak dilakukan oleh Perguruan Tinggi,” ujar Riyanto saat meresmikan Pusat Studi Minyak Atsiri atau Center for Essential Oils Studies, Selasa (3/12/2013).

Padahal melalui riset, sambungnya, perguruan tinggi dapat berperan untuk mendorong bangkitnya industri minyak atsiri lokal. Bila itu dilakukan maka upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai. “Lewat pusat studi minyak atsiri ini, kami ingin Prodi Ilmu Kimia UII menjadi centre of excellence dalam pengembangan minyak atsiri di Indonesia,” harapnya.

Riyanto mengatakan, saat ini belum banyak perguruan tinggi yang secara serius dan konsisten melakukan penelitian tentang minyak atsiri. Padahal menurutnya produk ini mempunyai nilai ekonomi tinggi di kalangan industri. “Fokus Prodi Ilmu Kimia UII adalah memberdayakan ekonomi lokal lewat penelitian minyak atsiri di pusat studi yang kami dirikan," ungkapnya.

Penelitian di Pusat Studi Minyak Atsiri telah ditunjang dengan laboratorium dan peralatan modern yang tersertifikasi. Ia mengaku berbagai pihak mulai dari masyarakat, pelaku industri, hingga dinas pemerintah yang datang mengunjungi UII untuk belajar tentang minyak atsiri. Selain itu, timnya juga secara rutin melakukan pembinaan kepada beberapa sentra industri minyak atsiri yang dikelola oleh masyarakat lokal.

Dekan Fakultas MIPA UII, Yandi Syukri mengatakan, FMIPA UII terus mendorong kemajuan dan pengembangan prodi-prodi di bawahnya. Dia berharap, upaya pengembangan agar menjadi prodi unggulan terus dilakukan di lingkungan kampus UII. “Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saya selalu tekankan agar dosen mampu memaksimalkan kinerjanya sehingga dapat menjadi yang terdepan dalam banyak hal,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten