Performa Anjlok di F1 2020, Ferrari Copot Direktur Teknik
Tim Ferrari merayakan kemenangan. (JIBI/REUTERS/Mark Horsburgh)

Solopos.com, SILVERSTONE — Performa Ferrari musim ini menjadi sorotan setelah gagal menang dalam empat seri awal Formula 1 (F1) 2020.

Alih-alih menjadi kampiun, pamor tim Kuda Jingkrak saat ini kalah dari Red Bull dan McLaren yang berada di posisi tiga besar klasemen sementara bersama Mercedes. Mattia Binotto pun menjadi korban pertama setelah dilengserkan dari jabatan Direktur Teknik.

Giliran Pasar Sunggingan Boyolali Tutup Sementara Karena Ada Pedagang Positif Covid-19

Binotto dianggap bertanggungjawab dengan penurunan performa Ferrari di awal musim 2020. Sejauh ini pencapaian terbaik pabrikan adalah finis kedua yang diraih Charles Leclerc dalam seri pembuka di Austria. Anjloknya Ferrari juga tak lepas dari penurunan kecepatan mantan juara dunia, Sebastian Vettel.

Pembalap Jerman itu kini bahkan hanya berada di posisi ke-13 klasemen sementara dengan 10 poin. Di GP Silverstone, Inggris, Minggu (3/8/2020), Vettel hanya finis di posisi ke-10. Balapan tersebut dimenangi Lewis Hamilton lewat drama setelah dia mencapai garis finis dengan satu ban pecah.

Dua Jabatan

Binotto sendiri memegang dua jabatan penting yakni sebagai tim principal dan direktur teknik Ferrari sejak 2019. Itu setelah Maurizo Arrivabbene didepak dari Ferrari tahun lalu. Rangkap jabatan Binotto ternyata semakin membuat Kuda Jingkrak terpuruk di musi 2020.

Ferrari pun menunjuk Enrico Cardille sebagai kepala departemen pengembangan mobil, didukung mantan kepala desainer mobil kondang, Rory Byrne. Binotto sendiri masih memegang jabatan sebagai tim prnsipal. “Saya hanya tim bos Ferrari sekarang,” ujar Binotto dilansir GP Today, Senin (3/8/2020).

Cek Fakta: Virus Baru yang Lebih Mematikan dari Covid-19 Beredar di China?

Beberapa waktu lalu, bos Ferrari, John Elkann, mengungkap pernyataan kontroversial bahwa Ferrari tak akan menang balapan manapun sampai 2022. Itu jadi bukti kemurkaannya dengan performa tim Ferrari saat ini.

Sebastian Vettel sendiri merasa mobilnya terlalu lamban sehingga membuatnya kurang nyaman. Dia meminta Ferrari segera berbenah. “Hasil yang buruk [posisi 10], tapi mobil itu memang sangat sulit dikendarai,” ujar pembalap yang musim depan dikabarkan hijrah ke Aston Martin ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom