Perempuan Wonokarto Wonogiri Meninggal Disangka Positif Corona, Cek Faktanya!
Ilustrasi mayat. (Dok Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang perempuan asal Kelurahan Wonokarto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, diinfokan meninggal dunia akibat positif virus corona (Covid-19), Kamis (16/4/2020).

Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Wonogiri membantah informasi tersebut. Warga bersangkutan meninggal dunia akibat penyakit stroke.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (17/4/2020), warga yang disebut positif Covid-19, yakni HM, perempuan dewasa. Isu itu mencuat setelah ada pihak yang meminta tetangga tak melayat ke rumah duka.

46 Tenaga Medis RSUP dr Kariadi Semarang Positif Covid-19

Jenazah perempuan Wonogiri yang dikira positif corona itu dari rumah sakit langsung dibawa ke permakaman untuk dimakamkan. Pada saat yang sama tersiar kabar prosedur itu dilakukan lantaran HM positif Covid-19.

Warga sekitar tempat tinggal perempuan yang mulai waswas karena memiliki riwayat kontak. Informasi itu semakin meluas setelah diketahui proses pemakaman HM menggunakan prosedur pemakaman pasien Covid-19.

Isu itu masih berkembang hingga Jumat. Ketua GTPPC yang juga Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat dimintai konfirmasi tak memungkiri HM dimakamkan menggunakan prosedur pemakaman pasien Covid-19.

3 Kasus Baru Positif Covid-19 Solo: 1 Mahasiswa Indekos dan 2 Alumni Ijtima Gowa

Namun, dia menegaskan perempuan Wonokarto, Wonogiri, bukan orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), terlebih pasien positif corona.

Bupati menceritakan HM menderita sakit stroke. Dia masuk RS Indriati Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, pada 14 April lalu lalu dirawat inap. HM meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya tersebut, Kamis lalu.

Meski demikian petugas medis tetap melaksanakan protokol, yakni mengambil spesimen untuk kepentingan tes swab. Hal itu karena saat ini sedang masa tanggap darurat Covid-19.

Data PDP Covid-19 Sragen: Tambah Jadi 10 Orang, 1 Di Antaranya Tanpa Riwayat Perjalanan

Tindakan tersebut untuk memastikan perempuan asal Wonokarto, Wonogiri, positif atau negatif corona. “Hasil tes swab-nya belum keluar, bagaimana bisa dikatakan positif Covid-19. Walau begitu pemakamannya memakai prosedur pemakaman pasien Covid-19,” terang Bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Tak Mau Kecolongan

Jekek mengatakan pemakaman menggunakan protokol Covid-19 sebagai antisipasi. Jekek tidak mau kecolongan. Dia menegaskan berdasar penelusuran, perempuan Wonokarto itu memiliki riwayat stroke.

Dia mengimbau warga tak cepat menyimpulkan seseorang positif Covid-19, PDP, maupun ODP sebelum mendapatkan kejelasan informasi dari gugus tugas.

Round Up Corona Soloraya: Tambah 3 di Solo, 2 Sukoharjo, 1 dari Tenaga Medis

Jekek mengimbau warga jika mendengar atau mengetahui peristiwa yang membuat khawatir lebih baik langsung ditanyakan kejelasannya kepada gugus tugas di wilayah masing-masing.

Masyarakat juga bisa mengecek ke Pos Komando dan Pengendalian (Poskodal) Covid-19 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri. Warga bisa juga menghubungi call center 085291190303.

Berdasar data kasus yang dipublikasikan melalui website resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab), wonogirikab.go.id, hingga Kamis pukul 21.00 WIB tidak ada pasien positif Covid-19.

Instruksi Kapolri Bersiap Hadapi Kerusuhan Saat Wabah Covid-19, Ada Apa?

Ini menunjukkan belum ada penambahan pasien positif Covid-19 sekaligus memastikan isu perempuan Wonokarto, Wonogiri, meninggal karena positif corona itu hoaks.

Wonogiri pernah ada dua pasien positif Covid-19, tetapi satu orang sudah meninggal dunia yakni warga Jatipurno dan satu lainnya sudah sembuh yaitu warga Ngadirojo.

Hingga hari yang sama di Wonogiri juga sudah tidak ada PDP. Sebelumnya terdapat 34 PDP. Sebanyak 33 orang di antaranya sudah sembuh dan satu lainnya meninggal dunia. Sementara itu, akumulasi jumlah ODP tercatat 376 orang dengan 210 orang masih dipantau dan 166 sudah selesai dipantau.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho