Polisi menunjukkan sepeda yang dikayuh Jumilah, 69, warga Dukuh Sidomulyo, Desa Beji, Pedan, Klaten, yang menjadi korban tabrak lari, Jumat (21/6/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Seorang perempuan lanjut usia (lansia), Jumilah, 69, warga Dukuh Sidomulyo, Desa Beji, Kecamatan Pedan, Klaten, meninggal akibat https://soloraya.solopos.com/read/20190611/493/997948/kijang-oleng-tabrak-elf-di-karangdowo-klaten-1-orang-meninggal" title="Kijang Oleng Tabrak Elf di Karangdowo Klaten, 1 Orang Meninggal">tabrak lari di jalan Pedan-Cawas, Desa Mlese, Cawas, Klaten, Rabu (19/6/2019).

Peristiwa itu terjadi pukul 05.00 WIB. Saat itu, Jumilah mengayuh sepeda yang memuat beronjong berisi kerupuk menuju Pasar Masaran, Cawas. Sehari-hari, Jumilah memang berjualan kerupuk di pasar yang berjarak sekitar 2 km dari rumahnya itu.

Keponakan Jumilah, Riyanto, mengatakan peristiwa tabrak lari yang dialami budenya kali pertama diketahui sesama pedagang Pasar Masaran yang melintas di lokasi kejadian.

Pedagang bernama Sumini itu melihat seorang perempuan duduk sementara kerupuk berceceran di jalan. “Saat melintas, dia melihat wanita yang duduk seperti Bu Jumilah dari pakaian yang dikenakan. Akhirnya membalikkan arah sepeda motor dan menghampirinya,” kata kata Riyanto saat ditemui wartawan di kantor Desa Beji, Jumat (21/6/2019).

Warga dan polisi lantas berdatangan ke lokasi. Jumilah dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Cawas. Riyanto mendapatkan kabar budenya https://soloraya.solopos.com/read/20190427/493/988340/truk-terguling-di-jogonalan-klaten-gara-gara-ban-pecah" title="Truk Terguling di Jogonalan Klaten Gara-Gara Ban Pecah">kecelakaan sekitar pukul 06.30 WIB.

Jumilah mengalami luka di sejumlah bagian tubuh salah satunya kepala bagian belakang hingga harus dijahit. Saat dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Jumilah masih sadarkan diri.

Namun, jawaban nenek tersebut ngelantur ketika ditanya petugas kesehatan yang merawatnya. “Ditanya anaknya berapa dia jawabnya dua. Padahal hanya satu anak. Kemudian menjawab tiga. Setelah itu dibawa ke bangsal dan sudah tidak sadarkan diri,” kata Riyanto.

Jumilah meninggal dunia pada Kamis (20/6/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Nenek tersebut dimakamkan pada Kamis sekitar pukul 14.00 WIB. Ia meninggalkan suami bernama Tugiyo, 70, yang bekerja sebagai petani dan seorang anak laki-laki yang sudah berkeluarga dan bekerja di Cikarang.

Riyanto mengatakan hingga kini keluarganya tak mengetahui secara persis peristiwa kecelakaan tersebut. Salah satu petunjuk yakni patahan salah satu lampu sein sepeda motor yang ditemukan di sekitar lokasi.

Riyanto mengenal budenya sosok wanita yang baik hati dan rajin beribadah. Ia bercita-cita naik haji. Pada Januari lalu, Jumilah sudah mendaftar berangkat haji.

Riyanto menegaskan keluarga Jumilah sudah mengikhlaskan kepergian nenek tersebut. Ia hanya berharap ada iktikad baik dari pengendara yang https://soloraya.solopos.com/read/20190420/493/986714/pikap-oleng-lalu-tabrak-motor-warga-serenan-klaten-meninggal" title="Pikap Oleng Lalu Tabrak Motor, Warga Serenan Klaten Meninggal">menabrak Jumilah.

“Ayo, dengan kesadaran datang ke korban. Kami tidak menuntut apa-apa. Yang penting datang dan doakan. Kami hanya berharap ada rasa kemanusiaan,” ungkapnya.

Kepala Desa Beji, Marsidi, menjelaskan pemerintah desa siap memfasilitasi pelaku tabrak lari untuk bertemu keluarga Jumilah. “Kalau memang orangnya takut bertemu keluarganya, kami siap memfasilitasi,” urai dia.

Sementara itu, sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian tak mengetahui peristiwa kecelakaan yang menimpa Jumilah. Warga menjelaskan kondisi jalan beraspal mulus dan terdapat lampu penerangan jalan.

“Saya sendiri tidak tahu persis. Tahu-tahu [Jumilah] sudah dibawa polisi,” kata Gino, 66, warga di sekitar lokasi kejadian.

Kanitlaka Polres Klaten, Ipda Panut Haryono, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan masih menyelidiki peristiwa itu. Sepeda yang dikayuh Jumilah kini berada di Unitlaka sebagai barang bukti. Kondisi sepeda tersebut rusak parah pada ban belakang hingga tak lagi berbentuk lingkaran.

Kanitlaka memperkirakan pelaku mengendarai sepeda motor. Hal itu lantaran ditemukan jejak ban dari pengereman yang membekas di lokasi kejadian.

“Ada bekas pengereman ban sepeda motor. Selain itu ada temuan lampu sein di sekitar lokasi. Kami masih mencari informasi warga yang mengetahui kejadian tersebut termasuk kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi,” jelas dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten