Brankas Toserba Luwes Sragen yang dibobol maling, Kamis (31/1/2019) dini hari. (Istimewa/Humas Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen hanya menetapkan tiga tersangka dalam kasus pencurian uang Rp2,2 miliar di brankas https://soloraya.solopos.com/read/20190206/491/970086/pembobol-luwes-sragen-habiskan-rp1-miliar-untuk-beli-mobil-dan-foya-foya" title="Pembobol Luwes Sragen Habiskan Rp1 Miliar untuk Beli Mobil dan Foya-Foya">Toserba Luwes Sragen pada akhir Januari lalu. Padahal, ada satu orang lain yang diduga ikut menikmati uang hasil curian itu dengan nilai mencapai Rp500 juta.

Orang tersebut berinisial DP, 36, seorang perempuan asal Karanganyar yang merupakan pacar salah satu tersangka, Narwan Lusdiyanto alias Iwan, warga Gebyok, Karangmendem, Mojogedang, Karanganyar.

Kuasa hukum terdakwa Supriyanto, Aris Subandrio, mengatakan perempuan tersebut layak menjadi tersangka. “DP ini adalah pacar Iwan. DP diberi uang Rp500 juta secara tunai oleh Iwan. Karena turut menikmati uang dari hasil pembobolan brangkas Luwes, mestinya DP juga ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Aris saat ditemui wartawan di Rumah Kopi Sragen, Senin (29/4/2019) siang.

Aris menjelaskan dalam pembagian uang hasil curian itu, kliennya yang oleh polisi disebut sebagai otak dari aksi https://soloraya.solopos.com/read/20190131/491/968889/brankas-luwes-sragen-dibobol-maling-diperkirakan-bawa-lari-miliaran-rupiah" title="Brankas Luwes Sragen Dibobol, Maling Diperkirakan Bawa Lari Miliaran Rupiah">pencurian itu justru hanya mendapat Rp60 juta. Tersangka lain, Risang Gilang Purboyo, 20, asal Dusun Jetis, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, mendapat Rp35 juta.

Sisanya dibawa oleh Iwan. Total kerugian yang dialami https://soloraya.solopos.com/read/20190206/491/970081/terungkap-berkat-sidik-jari-begini-kronologi-pembobolan-luwes-sragen" title="Terungkap Berkat Sidik Jari, Begini Kronologi Pembobolan Luwes Sragen">Luwes Sragen sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) polisi mencapai Rp2,2 miliar. Selain diberikan kepada DP, sebagian uang hasil kejahatan itu sudah dibelanjakan untuk membeli satu unit mobil Toyota Avanza.

“Sesuai rencana, Iwan mau membagi lagi uang hasil kejahatan itu saat mereka bertemu di Tawangmangu [Karanganyar]. Tapi, sebelum uang itu dibagi di Tawangmangu, polisi menangkap satu per satu pelaku pembobolan,” terang Aris.

Pembobolan brankas Luwes Sragen terjadi pada 30 Januari 2019 malam dan diketahui pada 31 Januari 2019 dini hari. Sedangkan para pelaku ditangkap pada 3-5 Februari 2019.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten