Perempuan Boyolali Pecah Ketuban saat Hendak Tes SKD CPNS Solo

Seorang peserta seleksi CPNS Solo mengalami pecah ketuban saat menunggu giliran tes SKD di Auditorium UNS Solo.

Mariyana Ricky P.D
Minggu, 19 September 2021 - 18:09 WIB

SOLOPOS.COM - Peserta seleksi CPNS Solo bersiap mengerjakan soal tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) melalui Computer Assisted Test (CAT) di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Rabu (15/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Seorang peserta seleksi calon pegawai negeri sipil atau CPNS Pemkot Solo mengalami pecah ketuban saat akan mengikuti seleksi kompetensi dasar atau SKD di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (18/9/2021).

Perempuan bernama Firda Nurfaiza asal Boyolali itu akhirnya dilarikan ke rumah sakit (RS). Pemkot Solo lantas mengajukan penjadwalan ulang agar peserta tersebut bisa mengikuti SKD susulan.

Selain itu, hingga Minggu (19/9/2021), tercatat enam peserta lain yang meminta penjadwalan ulang SKD lantaran terpapar virus Corona. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Solo, Nur Hariyani, mengatakan pelaksanaan ujian pada Sabtu terkendala gangguan teknis.

Baca Juga: PPKM Solo Bertahan di Level 3 Meski Jumlah Kasus Covid-19 Jauh Menurun

Akibatnya sesi pertama tes SKD CPNS Solo baru bisa dimulai pukul 11.00 WIB dari seharusnya pukul 08.00 WIB. Gangguan itu terjadi secara nasional.

“Peserta atas nama Firda ini seharusnya masuk pada sesi kedua mulai pukul 11.00 WIB. Karena kendala itu, sesi kedua baru mulai pukul 13.30 WIB,” jelasnya, Minggu siang.

Saat menunggu, Firda mengalami kontraksi hingga pecah ketuban yang lantas membuat tim kesehatan di lokasi membawanya ke RS terdekat. Beruntung Firda didampingi suaminya saat menunggu jadwal tes, sehingga seluruhnya ditangani langsung oleh keluarga.

Baca Juga: Hunian Warga di 4 RW Kelurahan Semanggi Solo Mulai Dirobohkan, Ada Apa Ya?

Penjadwalan Ulang

“Kami mengajukan penjadwalan ulang SKD atas nama Firda dan enam peserta lain yang izin karena terpapar Covid-19. Tiga peserta sudah mendapatkan jadwal pada 15 Oktober dan sisanya belum,” ungkap Hariyani.

Ia berpesan kepada peserta tes SKD CPNS Solo untuk memberitahukan kondisi masing-masing kepada panitia agar bisa segera ditindaklanjuti. Salah satunya, apabila berhalangan hadir karena terpapar Covid-19.

Pemberitahuan bisa dilakukan melalui telepon atau surat menyurat. Sejak Rabu (15/9/2021) hingga Minggu siang, jumlah peserta yang tak hadir mengikuti SKD mencapai 715 orang.

Baca Juga: 33 Sekolah di Kota Solo Mulai PTM Pekan Depan, Ini Datanya

“Kalau yang enggak datang, mungkin ada kendala seperti tidak dapat izin dari perusahaan, kalau yang bersangkutan sudah bekerja. Pelamar formasi Solo banyak dari luar daerah,” katanya.

Pada sisi lain, ia menyebut banyak peserta yang sudah mengikuti seleksi CPNS Pemkot Solo hingga empat kali. Sebelum usianya 35 tahun, setiap warga yang memenuhi syarat memang diizinkan melamar.

Salah seorang peserta SKD asal Solo, Christian, yang mengaku sudah lebih dari dua kali melamar CPNS Pemkot Solo. “Ya, coba-coba karena siapa tahu diterima. Dua tahun terakhir, kualifikasi pendidikan saya dibutuhkan, makanya saya melamar,” terangnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif