Ilustrasi PNS (Istimewa-Setkab.go.id)

<p><strong>Solopos.com, SOLO</strong> -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendapat informasi perekrutan calon aparatur sipil negara (CASN) atau calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur seleksi umum akan dilaksanakan seusai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018.</p><p>Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo mengatakan berdasarkan rapat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pendayagunaan <a title="Lelang Jabatan Pemkot Solo Sepi Peminat" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180505/489/914218/lelang-jabatan-pemkot-solo-sepi-peminat">Aparatur Negara </a>&nbsp;dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), pemerintah akan mengumumkan kuota CASN setelah Pilkada, termasuk untuk Kota Solo.</p><p>&ldquo;Sekarang kami sedang menyiapkan anggaran dan juga infrastruktur untuk tes seleksi CASN,&rdquo; kata dia ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/6/2018).</p><p>Sebagaimana pelaksanaan perekrutan CASN 2014 lalu, Rakhmat mengatakan tahun ini pelaksanaannya juga akan memakai Computer Assisted Test (CAT) sehingga terpantau dengan sistem komputerisasi. Terkait dengan kuota, Rakhmat mengatakan Pemkot Solo mengajukan 694 CASN yang terdiri atas tenaga pendidik, kesehatan, infrastruktur, dan formasi khusus pemain Wayang Orang Sriwedari.</p><p>Namun, Rakhmat mengaku belum mengetahui apakah kuota yang diajukan akan dipenuhi atau tidak. &ldquo;Kalau kebutuhan anggaran seleksi CASN sudah kami ajukan ke TAPD [Tim Anggaran Pemerintah Daerah] agar dialokasikan di APBD Perubahan 2018,&rdquo; katanya.</p><p>Saat ini, Rakhmat mengungkapkan <a title="Pemkot Solo Himpun Dana CSR untuk Penataan Sriwedari" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180426/489/912906/pemkot-solo-himpun-dana-csr-untuk-penataan-sriwedari">Pemkot Solo </a>&nbsp;kekurangan sekitar 2.000 orang ASN karena kebijakan moratorium CASN sejak 2014 lalu. Jumlah ASN Pemkot dari 11.000 orang kini tinggal menyisakan 5.000-an pegawai.</p><p>Berkurangnya jumlah ASN tersebut karena pensiun. Rata-rata setiap tahun jumlah ASN yang pensiun mencapai 400-500 orang. Menurutnya, terus berkurangnya ASN dan tidak diikuti perekrutan pegawai otomatis berdampak pada pelayanan yang tidak maksimal.</p><p>Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan salah satu upaya memenuhi kebutuhan pegawai itu, Pemkot mengangkat tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK). Penerimaan pegawai baru berstatus TKPK itu juga tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah kekurangan <a title="19 ASN Solo Bolos Siap-Siap Dapat Sanksi Berat!" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180621/489/923454/19-asn-solo-bolos-siap-siap-dapat-sanksi-berat">ASN</a>.</p><p>Selain anggaran Pemkot yang terbatas, masih ada jabatan-jabatan yang tidak bisa diisi TKPK. Saat ini jumlah TKPK mencapai seribuan orang. Kondisi ini, menurut Budi, dialami hampir seluruh pemerintah daerah lainnya. Selain TKPK, Pemkot juga selama membuka keran mutasi ASN dari luar daerah ke Kota Solo.</p><p>&ldquo;Minimal bagi ASN yang mengajukan mutasi telah mengabdikan dirinya sebagai abdi negara selama delapan tahun. Bukan hanya itu, ASN juga siap ditempatkan di mana saja sesuai dengan kebutuhan,&rdquo; katanya.</p><p>&nbsp;</p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten