PEREKONOMIAN JATENG : Ini Strategi Pemerintah Eks Keresidenan Semarang Pacu Perekonomian...

PEREKONOMIAN JATENG : Ini Strategi Pemerintah Eks Keresidenan Semarang Pacu Perekonomian...

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Kawasan Industri Kendal (KIK). (JIBI/Kabar24/Dok.)

Perekonomian di Jawa Tengah (Jateng) upaya pengembangannya dilakukan dengan kerja sama interkoneksi antarlima pemerintahan yang ada di eks Keresidenan Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Sebagai upaya mengembangkan potensi ekonomi yang ada, lima pemerintahan yang ada di eks Keresidenan Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menjalin kerja sama melalui pembangunan interkoneksi.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan kerja sama interkoneksi antar Pemkot Semarang, Pemkab Semarang, Kendal, Demak, serta Grobogan, sebenarnya sudah terjalin lama. Namun, kerja sama yang terjadi hanyalah sebatas hubungan kerja antarkepala daerah di eks Keresidenan Semarang.

"Semarang merupakan satu dari sembilan kota metropolitan yang ada di Indonesia. Sedangkan, Jateng merupakan daerah yang sedang berkembang sehingga Semarang dan sekitarnya merupakan pasar potensial untuk mendirikan industri,” tutur pria yang akrab disapa Hendi itu saat menghadiri acara diskusi bertajuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pembangunan Interkoneksi Antarkawasan di Hotel Patra Jasa, Semarang, Rabu (7/2/2018).

Hendi menambahkan saat ini Kota Semarang mempunyai 9 kawasan industri dan tidak memungkinkan untuk ditambah lagi. Kondisi itu pun membuat investor yang ingin membuat industri baru dapat melirik Kabupaten Kendal maupun Demak yang masih banyak lahan.

Selain itu, kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas yang mencapai 1 juta kapal membuat industri Semarang terus melaju dengan pesat. Namun karena kebanyakan kawasan industri sudah penuh, membuat investor harus beralih menuju ke kawasan sekitar Semarang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, mengatakan interkoneksi antardaerah untuk mengembangkan potensi ekonomi harus segera dirapikan agar banyak investor masuk.

Kabupaten Semarang mempunyai banyak potensi industri di beberapa kawasan seperti Bawen, Ungaran, dan Bergas. Di kawasan itu banyak perusahaan yang mendirikan pabrik seperti Coca-Cola, Kong Huan, Sosro, dan lain-lain.

"Potensi yang bisa dikembangkan cukup banyak untuk industri dan juga pariwisata tinggal para investor memilih bisnis apa yang akan mereka jalankan. Pemerintah juga mendukung penuh adanya investor yang masuk," bebernya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Noor Yudanto, menuturkan interkoneksi bisa berjalan dengan lancar asalkan infrastruktur dibuat dengan sebaik mungkin terutama untuk jalan raya.

Pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,27% membuat para pengusaha optimis usahanya akan berkembang. Di sisi lain interkoneksi yang kuat antarpemerintah daerah dapat menyokong perekonomian tumbuh lebih merata.

"Perkembangan ekonomi Jateng, kini sudah mulai merata di beberapa wilayah seperti eks Keresidenan Banyumas yang tertinggal saat ini sudah mulai maju dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,63%," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Penanganan Covid-19 Jelang, Selama dan Setelah Libur Idul Fitri

Secara umum, tingkat kasus aktif Covid-19 dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global.

4 Orang Positif Tes Antigen, Mal Di Solo Boleh Tetap Buka

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo membolehkan mal dan pusat perbelanjaan tetap buka kendati ada empat orang yang positif tes antigen.

Di Usia 75 Tahun, Vespa Hadirkan 7 Warna Baru Penuh Gaya

7 warna baru yang menawan khusus untuk jajaran Vespa Primavera dan Vespa Sprint.

Tak Gelar Open House, Apa Agenda Wali Kota Solo Gibran dan Keluarga Saat Lebaran?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tidak akan menggelar open house baik di rumah dinas maupun balai kota pada Lebaran ini.

Ayo Kurangi Mobilitas, Demi Mencegah Persebaran Mutasi Virus Corona

Masuknya varian Covid-19 dari luar negeri telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi mobilitas demi mencegah persebaran mutasi virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Rabu 12 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Rabu, 12 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

MUI Perbolehkan Salat Id Digelar Berjemaah, Begini Ketentuannya

Pelaksanaan salat Id hanya diperuntukkan untuk wilayah dengan status zona hijau.

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Pemkot Madiun Perbolehkan Masyarakat Gelar Salat Idulfitri

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan salat Idulfitri boleh diselenggarakan di masjid-masjid dan harus mematuhi protokol kesehatan.

Juara Liga Italia, Inter Milan Malah Diterpa Krisis Keuangan

Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, mengakui ada masalah keuangan di klub. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan jika Suning Grup selaku pemilik bisa melego klub.

Yussa Nugraha Kian Dekat ke Laskar Sambernyawa

Manajemen Persis dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan penyerang 20 tahun tersebut.

4 Zodiak Ini Konon Mudah Menyerah...

Astrologi barat menengarai ada pemilik tanda zodiak yang mudah menyerah menghadapi rintangan dalam kehidupan.