Kategori: Boyolali

Perdana, Polres Boyolali Tampilkan Juru Bicara Isyarat dalam Konferensi Pers


Solopos.com/BC

Solopos.com, BOYOLALI--Pemandangan berbeda tampak dalam konferensi pers yang digelar oleh Polres Boyolali pada Selasa (23/2/2021) pagi.

Polres Boyolali berinovasi menampilkan juru bicara isyarat dalam konferensi pers tersebut, yang  juga merupakan anggota Polwan Polres Boyolali.

Dengan seksama Briptu Rahma anggota Sipropam Polres Boyolali memainkan kedua tangannya mengikuti apa yang disampaikan oleh Iptu Wikan (Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Boyolali) dalam konferensi pers.

Baca Juga: Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Total lima kasus digelar dalam konferensi pers kali ini, di antaranya adalah kasus penganiayaan dengan TKP di Kecamatan Cepogo, hal ini terjadi karena didasari perasaan cemburu karena istri dari tersangka (S) sering dihubungi melalui telpon dan diajak bertemu oleh korban.

Kasus selanjutnya adalah kasus persetubuhan dibawah umur/pencabulan yang terjadi di wilayah Kecamatan Boyolali, hal tersebut bermula ketika tersangka (P) yang melakukan kumpul kebo dengan seorang wanita yang mana kemudian tersangka melakukan tindak pidana pencabulan terhadap dua putri kembar (dibawah umur) dari wanita yang menjadi pasangan kumpul kebonya itu.

Baca Juga: Gadaikan Mobil Sewaan, Warga Boyolali Diringkus Polisi

Tiga kasus lainnya yakni kasus penipuan dan penggelapan, kasus pencurian dengan pemberatan, serta kasus penggelapan yang keseluruhan TKP juga berada di wilayah hukum Polres Boyolali.

Kedepan sebagai terobosan, Polres Boyolali akan berusaha selalu menampilkan juru bicara isyarat dalam setiap kegiatan konferensi pers. "Ini Dilakukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Bagi Kaum Difabel", Ungkap Iptu Wikan mewakili Kapolres Boyolali.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati