Ilustrasi mebel untuk ekspor. (JIBI/Bisnis/Dok.)

Perdagangan di Jateng menunjukan pertumbuhan yang menarik dibuktikan dengan naiknya nilai ekspor.

Solopos.com, SEMARANG - Perdagangan di Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan pertumbuhan yang cukup memuaskan selama Mei 2017. Hal itu dibuktikan dengan naiknya nilai ekspor Jateng naik 20,84% dibanding ekspor April 2017.

Dilansir situs resmi Badan Pusat Statistik Jateng di jateng.bps.go.id, Kamis (15/6/2017), nilai ekspor Jateng selama Mei 2017 mencapai US$547,33 juta , lebih tinggi daripada ekspor April 2017 yang hanya berkisar US$452,93 juta.

Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Tiongkok masih menjadi negara tujuan terbesar perdagangan produk-produk dari Jateng. Ekspor ke AS selama bulan Mei 2017 mencapai US$142 juta, sementara ekspor ke Jepang US$57,50 juta, dan ekspor ke Tiongkok mencapai US$47,04 juta.

Jika diakumulasikan sepanjang Januari-Mei 2017, total ekspor Jateng ke tiga negara besar itu mencapai 46,76% dari total ekspor Jateng ke seluruhan.

Sementara, ekspor Jateng ke kawasan ASEAN sepanjang Januari-Mei 2017 mencapai US$259,24 juta atau memberikan kontribusi sekitar 10,59% dari total ekspor Jateng. Ekspor ke kawasan Uni Eropa mencapai US$344,93 juta atau sekitar 14,10% dari total ekspor Jateng sepanjang Januari-Mei 2017.

Sementara jika dilihat dari jenis barang yang laku diperdagangkan di luar negeri, barang-barang produk tekstil, kayu, dan hasil pabrik lainnya masih mendominasi. Total ekspor tiga komoditas itu mencapai US$361,73 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dan memberikan kontribusi sekitar 66,08% dari total ekspor Jateng pada Mei 2017.

Jika ekspor tiga komoditas itu mengalami peningkatan, maka lain halnya dengan produk migas. Ekspor komoditas migas pada Mei 2017 hanya US$ 12,62 juta atau turun 20,25% dari ekspor migas April 2017 yang mencapai US$ 15,82 juta.

Meski nilai ekspor pada Mei 2017 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, nilai impor juga mengalami kenaikan. Nilai impor Jateng pada Mei 2017 mencapai US$893,12 juta atau naik 17,65% dibanding bulan April yang berada di kisaran US$757,86 juta.

Negara pemasok barang impor terbesar ke Jateng sepanjang Januari-Mei 2017 masih dikuasia Tiongkok, Arab Saudi, dan Malaysia. Komoditas yang paling banyak diimpor, antara lain produk mineral, tekstil dan produk tekstil, serta mesin dan pesawat mekanik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten