Tutup Iklan

Perda RTRW Jateng Ditegakkan dengan Negosiasi

Perda RTRW Jateng Ditegakkan dengan Negosiasi

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Tengah. (bkprn.org)

Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bakal ditegakkan Pemprov Jateng dan pemkot dan pemkab Jateng dengan mengedepankan negosiasi.

Semarangpos,com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertekad mengedepankan sikap persuasif dalam penegakan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di semua kabupaten dan kota setempat. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai langkah negosiasi paling arif ditempuh untuk menyelesaikan masalah itu.

"Satu-satunya yang paling arif ya menegosiasikan dengan mereka, kalau punya anggaran agak banyak ya merelokasi dengan membuatkan permukiman baru," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (4/10/2016). Hal itu dituturkan Ganjar menanggapi adanya sejumlah warga yang bertempat tinggal di daerah resapan air.

Ganjar menjelaskan bahwa upaya persuasif yang dikedepankan Pemprov Jateng dan diharapkannya dilakukan pula oleh seluruh pemkot dan pemkot di Jateng itu berupa pendekatan dari sisi kepemilikan lahan yang dijadikan tempat tinggal. “Dengan persuasif, targetnya yang bersangkutan didorong agar mereka pindah, sebab kalau tidak ya berarti dia sedang investasi bencana," ujar mantan anggota DPR itu.

Menurut Ganjar, Perda tentang RTRW perlu direvisi secara berkala dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Yudi Indras Wiendarto menilai perlu ada revisi Perda RTRW guna mengurangi dampak terjadinya bencana alam, baik dari sisi jumlah korban maupun kerugian materiil.

"Perda RTRW perlu direvisi karena selama ini hanya terfokus pada penataan perkotaan saja, belum mengatur pembangunan permukiman di daerah rawan bencana," kata politikus Partai Gerindra itu.

Yudi mengharapkan secara khusus revisi Perda RTRW dapat mengatur pembangunan permukiman di daerah-daerah yang berbahaya seperti lereng-lereng pegunungan yang rawan longsor maupun bantaran sungai yang rawan banjir. "Revisi perda ini penting karena sebagian bencana tidak bisa dideteksi dan datang dengan tiba-tiba," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Tiwi, Pesepak Bola Putri Solo yang Tak Kapok Meski 2 Kali Cedera Engkel

Tiwi kini menjadi stopper andalan di tim sepak bola putri Putri Surakarta.

Berawal dari Acara Fashion Show, 21 Mahasiswa ISI Solo Positif Covid-19

Sebanyak 21 mahasiswa Institut Seni Indonesia atau ISI di kampus 2 Mojosongo, Solo, terkonfirmasi positif Covid-19. Tertularnya para mahasiswa itu berawal dari acara fashion show.

Inilah 12 Pabrik Gula Yang Hilang Di Soloraya, Paling Banyak Dari Klaten

Ada 12 pabrik gula di kawasan Soloraya yang hilang, padahal dulunya memiliki andil besar dalam produksi gula di Tanah Jawa.

Miris! TKW Asal Madiun Setahun Disiksa Majikan di Malaysia

TKW bernama Siti Sulikah selain dianiaya, gajinya sebagai asisten rumah tangga juga tidak dibayarkan oleh majikannya di Malaysia.

Ada 5.000 Vaksin Covid-19 untuk Pelaku UMKM & Ritel Karanganyar, Ini Link Pendaftarannya

Jatah vaksin Covid-19 dititipkan ke Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar.

Viral di Tiktok, Ini Lirik dan Terjemahan Lagu Meurindu - Rialdoni

Lirik dan terjemahan lagu meurindu milik penyanyi Aceh banyak dicari setelah viral di media sosial, yuk simak baik-baik di sini!

Gojek Luncurkan Festival Kuliner Solo, Catat Tanggalnya

Gojek berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo menghadirkan Festival Kuliner Solo (FKS) yang melibatkan ratusan mitra usaha Go Food.

Kasus Covid-19 Klaster Pabrik Sepatu Karanganyar Masih Terus Bertambah, Total 113 Orang

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih terus bertambah.

Begini Cara Mengajari Anak Berwirausaha Sejak Dini

Agar buah hati termotivasi jadi pengusaha, tak ada salahnya orang tua mengajari anak berwirausaha.

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.

Bapas Solo Sebut Mediasi Kasus Perusakan Makam Oleh Anak-Anak Di Mojo Telah Selesai, Hasilnya?

Proses mediasi kasus perusakan makam Mojo, Pasar Kliwon, Solo, yang melibatkan 10 anak-anak sudah selesai dengan pendampingan Bapas.