Perda Kawasan Tanpa Rokok Solo Jangan Berhenti di Pengesahan!

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Solo disahkan dalam rapat paripurna DPRD Solo, Selasa (6/8/2019) malam.

Perda Kawasan Tanpa Rokok Solo Jangan Berhenti di Pengesahan!

SOLOPOS.COM - Aktivis Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Hananto Wibisono (kiri), saat diskusi Raperda KTR Solo Mengatur bukan Melarang di AMPM Resto dan Cafe Jajar, Rabu (7/8/2019). (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Solo disahkan dalam rapat paripurna DPRD Solo, Selasa (6/8/2019) malam.

Raperda itu diharapkan tidak hanya berhenti pada pengesahan tetapi harus benar-benar diaplikasikan. Sebelum diterapkan, proses edukasi dan sosialisasi regulasi tersebut harus digencarkan.

Jangan sampai implementasi perda itu malah menimbulkan banyak persoalan. Demikian salah satu poin diskusi bertema Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Solo Mengatur bukan Melarang di AMPM Resto dan Cafe Jajar, Rabu (7/8/2019).

Diskusi menghadirkan anggota Pansus Raperda KTR DPRD Solo Ginda Ferachtriawan, aktivis Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Hananto Wibisono, Pakta Konsumen Harry Cahya, dan para awak media di Kota Bengawan.

Ginda yang merupakan politikus PDIP mengatakan Perda KTR Solo menetapkan lima kawasan absolut tanpa rokok, yaitu tempat pendidikan, tempat layanan kesehatan, angkutan umum, tempat ibadah, dan tempat bermain anak.

Di kawasan-kawasan tersebut sama sekali tidak boleh merokok. Pelanggaran terhadap ketentuan itu bisa dijerat pasal pidana dan denda. Perda KTR Solo juga menetapkan kawasan terbatas tanpa rokok, yaitu tempat kerja dan tempat umum.

Di tempat-tempat tersebut boleh merokok asal di tempat khusus yang disediakan dengan memberikan label “tempat merokok”. Sedangkan di gedung atau bangunan kawasan terbatas asap rokok tidak dibolehkan merokok.

“Jadi sangat penting untuk menyosialisasikan isi perda ini karena menyangkut banyak pihak, baik penanggung jawab tempat dan masyarakat yang beraktivitas di situ. Waktu setahun ke depan harus benar-benar dioptimalkan,” ujar dia.

Apalagi, menurut Ginda, dalam proses pembahasan raperda sempat muncul banyak wacana yang tidak aplikatif. Seperti wacana room karaoke menjadi KTR dan larangan memajang rokok di toko-toko atau warung penyedia rokok.

Wacana-wacana tersebut tidak disepakati masuk dalam perda. Dia juga menyampaikan rencana awal memasukkan pengaturan iklan rokok di media luar ruang ke Perda KTR Solo akhirnya kandas.

Bagian Hukum Setda Solo berkukuh memasukkan poin tersebut dalam perda reklame.

Harry Cahya dari Pakta Konsumen mengatakan esensi pokok Perda KTR mengatur agar asap rokok tidak dihirup yang bukan perokok. “Esensinya sebenarnya asapmu [rokok] bukan untukku. Hal ini berbeda dengan, enyahkan asap rokokmu. Artinya bagaimana mengatur bagi yang merokok dan yang tidak, bisa mendapatkan kenyamanan masing-masing,” kata dia.

Sementara itu, Hananto Wibisono dari AMTI berharap produk hukum yang ditelurkan pemerintah bisa benar-benar aplikatif. Jangan sampai produk hukum dilahirkan dan hanya menjadi ornamen pelengkap tanpa bisa diterapkan dengan baik.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kenapa Sikat Gigi Harus Dibuang Setelah Sembuh dari Covid-19?

Setelah sembuh dari Covid-19, satu hal penting yang harus dilakukan adalah membuang sikat gigi yang digunakan saat isoman.

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.