Tutup Iklan

Perceraian di Semarang, 75% Atas Permintaan Istri

Kasus perceraian di Kota Semarang terbilang cukup tinggi sepanjang 2019. Kebanyakan kasus perceraian itu diajukan oleh pihak perempuan atau istri karena sudah tidak tahan lagi menjalani kehidupan berkeluarga dengan suaminya.

Perceraian di Semarang, 75% Atas Permintaan Istri

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perceraian yang dipilih istri. (albawaba)

Solopos.com, SEMARANG — Kasus perceraian di Kota Semarang terbilang cukup tinggi sepanjang 2019. Kebanyakan kasus perceraian itu diajukan oleh pihak perempuan atau istri karena sudah tidak tahan lagi menjalani kehidupan berkeluarga dengan suaminya.

Data Pengadilan Agama Kelas IA Kota Semarang menyebutkan ada 1.776 gugatan perceraian yang diajukan dari pihak perempuan (istri) atau sekitar 75% dari total permohonan cerai yang masuk sepanjang 2019. Sementara, permohonan perceraian yang diajukan pihak suami atau cerai talak, hanya berjumlah sekitar 572 kasus atau sekitar 24%.

“Dari 1.776 kasus perceraian yang diajukan pihak perempuan atau istri, baru sekitar 1.580 kasus yang sudah kita putuskan. Sisanya, belum kita putuskan karena berbagai alasan seperti persyaratan yang belum lengkap dan lain-lain,” ujar Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Semarang, Tazkiyaturrobihah, kepada Semarangpos.com, Rabu (11/9/2019).

Sementara itu, permohonan cerai talak atau yang diajukan pihak laki-laki hingga kini baru 526 kasus yang telah diputuskan. Masih ada sekitar 46 kasus cerai talak yang hingga saat ini belum bisa diputuskan atau masih menunggu proses persidangan.

Tazkiya menambahkan banyaknya perempuan di Kota Semarang yang mengajukan perceraian karena dipengaruhi beberapa faktor. Selain faktor ekonomi, banyak kasus yang terjadi lantaran pihak perempuan merasa tidak dinafkahi secara lahir dan batin, serta menjalin hubungan dengan pihak ketiga.

Faktor itu pun membuat hubungan di dalam rumah tangga menjadi tidak harmonis dan kerap melahirkan percekcokan secara terus menerus.

“Tak hanya itu, saat sidang kita juga kerap tanyakan alasan meminta cerai. Ternyata banyak yang ditelantarkan suaminya, tidak dinafkahi baik lahir maupun batin. Bahkan ada yang ditinggal berbulan-bulan, hingga menjalin hubungan dengan pria lain sehingga mengajukan cerai,” imbuh Tazkiya.

Tazkiya menambahkan sepanjang 2019, total ada 2.634 perkara perceraian yang telah diputuskan Pengadilan Agama Kota Semarang. Jumlah tersebut termasuk perkara atau kasus yang masuk pada 2018, namun baru ditangani tahun ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis per Hari

Kementerian Kesehatan mempercepat program vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta dosis per hari.

Jenderal TNI Gadungan Diringkus di Gemolong Sragen, Sempat Kabur Meloncat dari Jendela

Ada pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal di Dukuh Ngrendeng, RT 17, Desa Kaloran, Gemolong, Sragen.

Kementerian ATR/BPN Gandeng UKSW Dorong Reformasi Agraria di Papua

Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, menyambut baik ajakan kolaborasi Wamen Surya Tjandra. UKSW sudah bekerja sama dengan berbagai pihak selama ini.

Keren! Penjual Cilok Ini Sukses Beli Properti dan Sawah

Berikut ini kisah sukses penjual cilok yang bisa membeli properti dan sawah.

Diminta Berdiri Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang Tiap Pagi, ASN Sragen: Tak Ganggu Pekerjaan Kok

Pemkab Sragen memerintahkan semua ASN untuk berdiri tegak dengan sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap hari, pukul 10.00 WIB.

Klaster Kantor OPD Meluas, 20 Pegawai Disdikbud Wonogiri Positif Covid-19

Pegawai kantor yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini menjalani isolasi mandiri karena gejala yang dialami ringan bahkan sebagian besar OTG.

Prediksi Inggris Vs Jerman: Awas, Tim Panser Ahlinya Fase Gugur

Tim Panser bisa mengila di fase gugur apabila mampu membenahi kelemahan-kelemahan selama babak penyisihan.

Seluruh Desa di Ngawen Klaten Zona Merah Covid-19, Ini Langkah Satgas

Seluruh desa di kecamatan Ngawen, Klaten, tercatat sebagai zona merah Covid-19 terhitung sejak, Kamis (24/6/2021). Satgas Covid-19 setempat pun mengambil langkah terkait hal tersebut.