Perbaiki Listrik tanpa Lakukan Pemadaman, Tim Ini Ahlinya
Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik dengan sistem PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan), di kawasan Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, Senin (17/9/2018). (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO--Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Solo mengklaim bisa menekan pemadaman listrik hingga 25% dengan adanya perbaikan atau pun pemeliharaan oleh tim Petugas Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

Terlebih perbaikan oleh tim PDKB ini bisa dilakukan dalam kondisi listrik menyala. Hal ini disampaikan Manajer PLN Area Solo, Mundhakir, saat mengecek perbaikan tiang listrik di dekat Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Senin (17/9/2018).

Menurutnya, setiap hari PLN Area Solo melakukan pemeliharaan sekitar enam hingga tujuh lokasi. Artinya, jika ada 11 unit PDKB jadi ada 66 lokasi yang dicek. Dulu perbaikan harus dilakukan dengan pemadaman listrik. Kini, pemadaman listrik ini bisa ditekan tergantung dari tingkat gangguan di lapangan.

“Kalau di lokasi ini [Baluwarti] ada gangguan pada isolator. Jadi dari hasil pemeriksaan, yakni ada indikasi gangguan atau flash. Tim kami dilengkapi dengan perlengkapan khusus saat melakukan perbaikan dalam kondisi listrik menyala. Kalau biasanya ada gangguan, listrik harus dimatikan dulu, terus baru diperbaiki,” ujarnya, kepada wartawan.

Namun tak semua gangguan atau perbaikan bisa dilakukan dengan cara ini oleh PDKB. Hal-hal yang bisa ditangani antara lain perbaikan isolator yang flash hingga jumper, dan kabel lepas. Akan tetapi, jika sifatnya konstruksi seperti penggantian trafo lantaran meletus, tiang listrik miring, atau bencana alam yang merusak konstruksi, maka harus dipadamkan.

Akan tetapi, perbaikan dalam kondisi listrik menyala ini memang butuh waktu lebih banyak dari biasanya saat pemadaman. Kalau manual, pekerjaan pada satu titik membutuhkan waktu 30 menit. Maka, dengan cara ini bisa dua kali lipat atau tergantung pada tingkat gangguan.

Satu tim PDKB ini terdir dari enam orang, yakni tiga teknisi, tiga pengawas. Sebelum bekerja, ada pengecekan kondisi personel maupun kelengkapan peralatan seperti alat komunikasi, dan material. Selain itu, kelengkapan K2 [keselamatan kelistrikan] maupun K3, keselamatan kesehatan kerja.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom