Perbaikan Selesai, Kincir Angin di Boyolali Siap Diuji Coba
Pekerja memasang kerangka kincir angin di Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali, Rabu (26/12/2018). Kincir angin ini direncanakan akan digunakan sebagai sarana edukasi pertanian di Boyolali (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI-Kincir Angin di Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali akan segera diuji coba untuk dioperasikan kembali. Sebelumnya, kincir angin tersebut rusak awal tahun lantaran tersapu angin. Perbaikan kemudian dimulai sejak April lalu.

Pantauan reporter Solopos.com, Nadia Lutfiana Mawarni, Rabu (26/12/2018), terlihat sejumlah pekerja memasang ulang kerangka baling-baling kincir. Kincir yang dibangun dengan dana dari Angkasa Pura tersebut ditarget rampung akhir tahun ini.

Petugas Humas Angkasa Pura, Danar Dewi, mengatakan kincir tersebut sudah mulai dipasangi kerangka sejak Minggu (23/12/2018) lalu dan mulai diuji coba pada Kamis (27/12/2018). Uji coba tersebut meliputi pengoperasian kincir untuk memompa sumur yang terletak tak jauh dari sana. Air dari sumur akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pertanian di Desa Dibal.

Lebih lanjut, Danar mengatakan terdapat beberapa perbedaan antara kincir lama dan kincir hasil perbaikan. Pihak kontraktor yang berasal dari Jawa Timur memperkecil diameter baling-baling dari 6 meter menjadi 5 meter. Hal ini disesuaikan dengan embusan angin di area persawahan. Sekaligus agar kincir dapat berputar secara kontinu.

Pengecilan diameter juga diharapkan dapat berdampak pada efisiensi kerja kincir. “Kalau dulu 1:4 jika sekarang diharapkan dapat 1:1,5 [1,5 putaran untuk sekali memompa air],” ujar dia.

Seperti diketahui, sumur pompa pertanian bertenaga angin itu menjadi satu-satunya contoh alat penunjang pertanian yang bebas bahan bakar minyak (BBM). Sumur tersebut sudah menjalani tes dan berhasil menyedot 60 liter air/menit.

Ke depan program kincir angin ini akan dikembangkan oleh desa sebagai sarana wisata edukasi pertanian ramah lingkungan. Program yang menelan anggaran sekitar Rp107 juta itu juga akan menjadi proyek percontohan pertanian di wilayah Boyolali dan Soloraya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom