Perbaikan Jalan Ampel–Cepogo Boyolali Direncanakan Rampung Tahun Ini

Perbaikan jalan sepanjang 8,23 kilometer dilakukan mulai 2019 dilakukan cor beton dengan anggaran Rp2 miliar, 2020 dianggarkan Rp3 miliar, 2021 dianggarkan Rp1 miliar, dan 2022 Rp7,4 miliar.

 Kendaraan berat berada di jalan Ampel – Cepogo tepatnya di Dukuh Dukuhan, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali yang sedang diperbaiki pada Selasa (27/8/2022). Perbaikan tersisa pemadatan, pelapisan aspal pertama, dan aspal kedua. (Solopos/Ni’matul Faizah)

SOLOPOS.COM - Kendaraan berat berada di jalan Ampel – Cepogo tepatnya di Dukuh Dukuhan, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali yang sedang diperbaiki pada Selasa (27/8/2022). Perbaikan tersisa pemadatan, pelapisan aspal pertama, dan aspal kedua. (Solopos/Ni’matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI–Perbaikan jalan Ampel – Cepogo, Boyolali atau Tompak – Cepogo direncanakan selesai pada akhir Oktober 2022.

Perbaikan jalan tersebut telah dimulai dengan melaksanakan pengecoran beton pada 2019.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan panjang jalan Ampel – Cepogo yang diperbaiki yaitu 8,32 kilometer.

“Mulai 2019 dilakukan cor beton, dianggarkan Rp2 miliar. Kemudian pada 2020 dianggarkan Rp3 miliar, 2021 dianggarkan Rp1 miliar dan 2022 Rp7,4 miliar dan tahun ini targetnya akhir Oktober selesai,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Rabu (28/9/2022).

Ia menjelaskan saat ini tahapan perbaikan yang tersisa tinggal pemadatan, pengaspalan lapis pertama, dan pengaspalan lapis kedua.

“Cuma ini warga juga harus sabar, karena proses pembangunannya membutuhkan waktu. Ini kebetulan material lagi susah, gelar aspalnya kan kami menunggu jadwal. Kami tergantung pihak pabriknya yang jadwalnya sedang padat,” terang dia.

Gojali menjelaskan jalan di daerah tersebut sebelumnya memang rusak karena pernah dilewati truk bermuatan pasir dari Kali Apu.

Ia menceritakan beberapa tahun lalu, Kali Apu di Selo pernah mendapatkan sedimen pasir yang tebal. Kemudian, truk yang mengangkut pasir Kali Apu melewati jalan tersebut.

“Itu muatan golongan C, tanahnya sih kuat, tapi misal jalan kelas III bebannya delapan ton terus dilewati truk kan muatannya sekitar 13-14 ton, lama-lama ya rusak. Sekarang sudah sepi [jalannya],” kata dia.

Sementara itu, salah satu warga yang melintas di daerah Dukuh Dukuhan, Desa Cepogo, Rina, 34, mengatakan dirinya dari daerah Cabean akan ke Pasar Sayur Cepogo dan biasanya melewati jalur Ampel – Cepogo tersebut.

“Sekarang harus cari jalan kampung dulu untuk lewat mau ke barat. Kalau saya sih enggak apa-apa, nanti kalau sudah jadi pasti lebih enak berkendaranya,” kata dia.

Ia mengaku, selama ini jalan yang ia lewati banyak sekali lubangnya sehingga harus mawas diri saat berkendara.

Kemudian, Kepala Desa (Kades) Cepogo, Mawardi, mengatakan saat ini perbaikan jalan telah menyentuh desanya yaitu di sebelah selatan Dukuh Dukuhan.

Mawardi mengatakan jalur Ampel – Cepogo tersebut sering dilewati oleh bus jurusan Cepogo – Salatiga. Saat ini, bagi pengendara kendaraan yang biasanya melewati jalur tersebut harus melewati jalur alternatif lewat Dukuh Tumang.

Ia menceritakan masyarakat tidak keberatan dengan hal tersebut dan malah menanggapi positif terkait perbaikan jalan Ampel – Cepogo. Ia mengatakan masyarakat telah lama menantikannya karena jalan tersebut rusak telah lama.

“Saya tidak ingat jelas rusaknya mulai kapan, tapi sudah lama. Masyarakat kalau lewat situ memang harus hati-hati, dulu sempat ada yang kejeglong juga,” kata dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Hormati Pernikahan Kaesang-Erina, Agenda Pengajian MTA Dialihkan ke Karanganyar

      Demi menghormati pernikahan Kaesang-Erina yang digelar di Pura Mangkunegaran, Pengurus Pusat MTA berencana mengalihkan agenda pengajian Ahad pagi pada 11 Desember 2022 ke Pondok Pesantren MTA di Mojogedang, Karanganyar.

      Pengunjung Tawangmangu Diyakini akan Membeludak Saat Tahun Baru 2023

      Melandainya kasus Covid-19, serta banyaknya tempat wisata baru membuat Tawangmangu bakal dibanjiri pengunjung saat malam Tahun Baru 2023.

      Senang dan Kaget! Peternak Ayam Sukoharjo Menang Undian Mobil Simpedes BRI

      Dua nasabah BRI Unit Jombor dan Bendosari meraih hadiah utama berupa mobil dalam acara Undian Simpedes BRI, Minggu (20/11/2022) lalu.

      Siap-Siap! Tarif Air Bersih di Kota Solo Naik Mulai Januari 2023

      Tarif air bersih bagi pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM Solo dipastikan naik mulai Januari 2023. Kenaikan tarif tersebut dilakukan setelah selama 10 tahun tidak ada kenaikan tarif.

      Bangga, Pasar Bahulak Sragen Masuk Nominasi Inovasi Nasional 2022

      Pasar Bahulak Sragen diniminasikan dalam Innovative Government Award (IGA) 2022 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

      Ramaikan..! Woro, Nella & Paramitha Meriahkan Launching YSNW di Baki Sukoharjo

      Sejumlah penyanyi dan artis kenamaan akan meramaikan launching atau peluncuran Yayasan Surya Nuswantara Wilwatikta (YSNW) di Taman Ratu Maulidya Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo, Jumat (2/12/2022).

      Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

      Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

      Perlu Ditambah, Pusat Layanan Disabilitas di Karanganyar Masih Terbatas

      Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Karanganyar menilai layanan bagi penyandang disabilitas dan autisme di Bumi Intanpari masih kurang. Perlu ada penambahan pusat layanan disabilitas dan lainnya.

      Perhutani & Forkom PKSDM Tanam 1.600 Bibit Pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu

      Perum Perhutani KPH Surakarta bersama Forkom PKSM Karanganyar menanam 1.600 bibit pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu pada Rabu (30/11/2022).

      Bayi 8 Bulan di Sragen Hanyut di Sungai Belakang Rumah, Ayah Korban Teriak

      Bayi delapan bulan di Sraen merangkak keluar saat ayahnya tidur dan tercebur ke sungai di belakang rumah. Korban ditemukan sudah meninggal dunia.

      Jembatan Mojo Kembali Dibuka, Warga Merasa Lega karena Bosan dengan Kemacetan

      Warga Kota Solo dan sekitarnya bisa sedikit bernapas lega setelah Jembatan Mojo kembali dibuka pada Jumat (2/12/2022).

      Sempat Deadlock, Bupati Sragen Usulkan UMK 2023 Naik Segini

      Akhirnya muncul satu nilai UMK Sragen 2023 yang diusulkan ke Gubernur Jateng oleh Bupati. Sebelumnya, Apindo dan serikat pekerja Sragen bersikukuh dengan usulan nilai UMK masing-masing.

      Menilik Beda Strategi Petahana dan Penantang di Pilkades Keloran Wonogiri

      Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri diramaikan dua calon yang berstatus perangkat desa di daerah setempat.

      Sudah Makan Korban, Ini 2 Modus Penipuan yang Wajib Diwaspadai Warga Sragen

      Dalam sepekan terakhir ada dua warga Sragen yang jadi korban penipuan dengan modus berbeda. Mereka kehilangan uang dan perhiasan senilai puluhan juta rupiah.

      Terkait Rencana Penggunaan Jembatan Jurug A, DPUPR Solo: Itu Kewenangan PUPR!

      DPUPR Solo menyebut keputusan mengenai penggunaan Jembatan Jurug A seluruhnya ada di tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).