Pekerja menggunakan eskavator mengeruk lumpur pada perbaikan drainase proyek penataan citywalk, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Kamis (2/5/2019). Pengerjaan proyek tersebut dilakukan dengan cara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas warga. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Solo kembali melanjutkan perbaikan drainase di bawah citywalk Jl. Slamet Riyadi, Solo. Untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga, DPUPR Solo merencanakan perbaikan drainase menggunakan sistem buka tutup.

Kabid Sumber Daya Air dan Drainase DPUPR Solo, Sihono, mengatakan pihaknya merencanakan sistem pengerjaan proyek menggunakan sistem buka tutup. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak pekerjaan proyek yang pihaknya lakukan terhadap aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh warga sekitar.

“Jika memungkinkan, kami mencoba untuk mengubah metode pengerjaan yang kami lakukan. Untuk meminimalkan dampak pengerjaan terhadap warga. Kalau dimungkinkan akan dibuka lalu ditutup lagi. Nanti akan kami sesuaikan dengan jadwal pengerjaan di sana,” terangnya saat dihubungi Solopos.com, Kamis (2/5/2019).

Menurut Sihono, perbaikan drainase di citywalk berfungsi untuk meminimalkan potensi genangan di sejumlah lokasi. Beberapa lokasi tersebut antara lain Kawasan Kauman, Kawasan Jl. Yos Sudarso dan Jl. Gatot Subroto. “Karena perkembangan lahan, kapasitas saluran dianggap sudah tidak ideal. Makanya, kapasitas saluran bawah harus ditingkatkan,” imbuh dia.

Kepala DPUPR Solo Endah Sita Resmi mengatakan perbaikan yang dilakukan oleh pihaknya di citywalk Jl. Slamet Riyadi, Solo melanjutkan perbaikan yang sebelumnya sudah dilakukan. Perbaikan tetap difokuskan pada drainase di kawasan tersebut. “Saat ini masih dalam tahap pelaksanaan. Seperti yang dilakukan sebelumnya. Tetap di saluran air dulu untuk pemeliharaannya. Sama seperti yang kemarin intinya,” paparnya.

Berdasarkan penelusuran Espos melalui laman resmi lpse.surakarta.go.id, proyek pembangunan saluran drainase citywalk di Jl. Slamet Riyadi sisi timur (sekitar Nonongan arah barat) dianggarkan dengan dana Rp9,3 miliar. Dana untuk perbaikan saluran air tersebut diambil dari APBD kota Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten